Satgas Gakkum Tindak Tegas KKB di Intan Jaya

0
121

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepolisian Daerah (Polda) Papua terus melakukan koordinasi bersama Pangdam XVII Cenderawsih untuk menegakan proses hukum yang terjadi di Bumi Cenderawsih.

Dalam beberapa tahun terakhir kasus kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terus meningkat. Di awal tahun 2021 ini saja KKB berulah hingga mengakibatkan dua anggota TNI gugur dalam baku tembak di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Jumat, (22/1/2021).

Sebelumnya, pada Rabu, (6/1/2021) anggota KKB juga membakar pesawat MAF yang menuju kampung Pagamba, Distrik Mbiondoga, Kabupaten Intan Jaya.

Terkait itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengungkapkan telah mengetahui identitas pelaku dan jaringan pembakaran pesawat MAF (Mission Aviation Fellowship) PK-MAX bebearap waktu lalu.

Saat ini kata Irjen Pol. Paulus Waterpauw, pihaknya terus berupaya agar segera menangkap atau menindak para pelaku pembakaran pesawat tersebut.

“Identitas dari para pelaku dan jaringan ini sudah kita ketahui, mereka tidak kemana-mana masih di sekitar Intan Jaya,” kata Kapolda saat memberikan keterangan pers di Mapolda Papua, Senin (25/1/2021).

Kapolda menegaskaskan, dalam menangkap pelaku pembakaran pesawat MAF merupakan tekat dari aparat keamanan, tinggal menunggu sinergitas dengan TNI untuk menegakan hukum di wilayah Intan Jaya.

Serius Tangani Peredaran Senpi Dan Amunisi Yang Masuk Ke Papua

Sementara terkait, peredaran senjata api (Senpi) dan amunisi yang masuk ke Papua, Kapolda mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kodam XVII Cenderawasih untuk menangani kasus tersebut.

“Kita tahu bahwa KKB itu akan semakin meningkat aktifitasnya dimana-mana bila mereka memiliki senpi dan amunisi,” ujar Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw.

Dikatakan, beberapa waktu lalu anggota TNI gugur dalam baku tembak dengan anggota KKB. Sehingga dirinya berharap masyarakat bisa membantu aparat dalam menangani kekerasan yang terus dilakukan KKB.

“Harapan kami mudah-mudahan masyarakat pun bisa terus membantu, maksud saya agar sekecil apapun informasi yang mereka dapat tolong berikan informasi bagi anggota kami di lapangan untuk bisa kita ungkap sesegera mungkin jaringan daripada penjualan pembelian penguasaan senjata api ini baik yang dilakukan oleh oknum maupun oleh masyarakat sipil,” kata Kapolda Waterpauw.

Dia mengungkapkan, masuknya senpi ke Papua berasal dari Papua New Gunea (PNG) dan juga dari Filipina.

“Kita tahu juga bahwa ada peredaran senpi yang masuk dari Betawi dan Sulawesi Utara yang lalu lewat Papua barat kemudian tiba di Papua,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan serius untuk menangani kasus penjualan senpi serta aksi kekerasan yang di lakukan KKB.

“Jadi kita harus serius menanggapi dan menangani ini dengan seksama dalam rangka mengeliminasi aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata,” pungkasnya.(*)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here