Sekalipun Dalam Badai Masalah, Tuhan Tetap Setia Dekat dan Menolong Kita

0
102

Bacaan Setahun:
Kej. 24
Luk. 16

KARAKTER SANG AYAH
“Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia” Lukas 15:20

Ada tiga karakter yang dapat kita lihat dalam kisah “anak yang hilang”. Si anak terhilang itu sendiri, si sulung, dan sang ayah. Setiap karakter mengandung pelajaran yang penting bagi kita. Sekarang kita akan melihat karakter sang ayah. Dan bagi Anda, para ayah, biarlah karakter ini menjadi teladan, supaya Anda dapat mendidik anak-anak Anda di dalam takut akan Allah.

Pertama, dia sabar. Meskipun si bungsu pergi meninggalkan rumah untuk pergi berfoya-foya, namun ayahnya menunggu dengan sabar. “Ketika masih jauh, ia melihatnya…..”, menandakan betapa sang ayah menantinya setiap hari. Para ayah, apakah Anda sabar dengan anak-anak Anda yang mungkin telah memilih jalan yang salah?


Kedua, dia penuh kasih. Ketika ia melihat si bungsu, sang ayah lari menyongsongnya. Ia segera merangkul dan menciumnya.

Ia bahkan tidak bertanya sama sekali kepada anaknya dari mana atau apa yang telah dilakukannya. Ekspresi yang pertama kali timbul adalah kasih. Apabila Anda bertemu dengan anak Anda yang “terhilang”, tunjukkan kasih Anda.

Ketiga, dia mengampuni. Kita tahu bahwa ayah dalam perumpamaan ini mengampuni si bungsu. Kalau tidak, mana mungkin ia menghampiri dan merangkulnya? Tidak hanya itu saja, ia juga menyiapkan pesta bagi si bungsu yang bertobat, ia juga mengenakan cincin di jarinya. Apakah Anda mau mengampuni anak Anda yang murtad, binal, jahat, kriminal, atau apa saja sebutannya? Ampunilah dia !

Saudara, sang ayah dalam perumpamaan di atas memang adalah gambaran Allah Bapa. Namun karakter ini dapat menjadi teladan bagi para orang tua, khususnya bagi para ayah.

Sebagai orang tua, Allah akan menuntut kita bagaimanakah cara kita mendidik dan menghadapi anak-anak kita. Apabila Anda pusing tujuh keliling menghadapi anak Anda yang bandel dan yang telah menyakitkan Anda ribuan kali, bersikaplah seperti ayah dalam perumpamaan di atas. Saya sadar, banyak anak-anak yang pergi dari rumah dan bertahun-tahun belum kembali.

Apabila ini yang Anda hadapi, doakan dia, sebab Allah menggendaki ia kembali ke pelukan sang ayah yang penuh kasih.


Mari kita pertahankan anak-anak kita supaya iblis jangan merebut mereka. Pergi tanpa pamit memang amat menyakitkan. Melakukan hal-hal yang menyakitkan itu sungguh tidak kita harapkan. Tetapi itulah pergumulan kita untuk memenangkan anak-anak bagi Kristus. (DH)

Questions :
1. Sudahkah Anda mempunyai karakter Bapa dalam proses mendidik anak-anak Anda?
2. Bagaimana pola didik Anda sebagai ayah terhadap anak-anak Anda saat ini?

Values :
Sebagai orang tua, Allah akan menuntut kita bagaimanakah cara kita mendidik dan menghadapi anak-anak kita. Milikilah karakter Bapa

Ayah yang baik akan selalu berbuat baik kepada anak-anaknya.
“apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati”
__ Yeremia 29.13

Seringkali dalam pergumulan kita merasa Tuhan jauh dan bahkan tidak ada. Ayat ini mengingatkan kita bahwa Ia ada dan Ia dapat digapai; jika kita mencariNya dengan segenap hati kita maka kita akan menemukan Nya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here