Kejati Papua Selidiki Dugaan Korupsi Bantuan Banjir Bandang di Kabupaten Jayapura

0
1502
Tampak Rumah Warga di Kampung Kensio, yang masih terendam luapa air Danau Sentani. Akibat Banjir Bandang 16 mARET 2019 membuat meluapnya air danau. (Foto Irma Sokoy)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua masih menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan bencana alam banjir bandang Sentani dengan total kerugian mencapai 4 miliar rupiah.

Asisten Tindak Pidana Khusus pada Kejati Papua, Alek Sinuraya ketika dikonfirmasi via telepon seluler Rabu (13/1/2021), mengatakan pihaknya telah menerima laporan adanya dugaan korupsi dana bantuan bencana alam banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura pada tahun 2019 lalu, namun masih sebatas penyelidikan.

“Penyelidikan ada yang banjir bandang dan masih dalam proses penyelidikan. Tapi, bukan berasal dari APBD namun dari dana bantuan bencana alam banjir bandang,” kata Alek Sinuraya.

Lanjut Alek Sinuraya menjelaskan, totalnya itu kurang lebih mencapai 4 miliar rupiah, yang bukan berasal dari dana APBD Kabupaten Jayapura, melainkan dari dana bantuan bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura pada tahun 2019 lalu.

“Kalau saya tidak salah itu totalnya 4 miliar rupiah lebih, tapi itu untuk dana bantuan banjir bandang saja,“ tuturnya.

“Kami dari Kejati Papua telah memanggil dan memeriksa satu orang pejabat Pemkab Jayapura dalam masalah bantuan dana bencana alam banjir bandang tersebut,” tambahnya.

Dari laporan dugaan tindak pidana korupsi tersebut, kata Alek Sinuraya, sementara satu orang kepala OPD terkait yang telah menjalani pemeriksaan yakni, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura (Jhonson Nainggolan).

“Masih dari pihak BPBD saja yang kita periksa. Ya, kepala BPBD satu kali saja dan masih penyelidikan,” ujarnya.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, Drs. Jhonson Nainggolan ketika di konfirmasi mengakui, bahwa dirinya pernah di panggil untuk memberikan klarifikasi terkait adanya laporan dugaan korupsi dana bantuan bencana alam tersebut, sehingga dirinya menyampaikan jika dirinya di panggil lagi untuk kelanjutan pemeriksaan, bahwa dirinya siap memberikan keterangan tambahan.

“Hanya konfirmasi mengenai tugas dan tupoksi saya saja, pemanggilannya sudah lama sekali. Saya sudah tidak ingat lagi, mereka masih analisa. Kalau di panggi lagi untuk pemeriksaan lanjutan saya siap,” ujar Jhonson Nainggolan ketika dihubungi wartawan media online ini via telepon seluler. (Irf)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here