Mahasiswa Penghuni Asrama Waropen  Sepakat Tidak Ikut Aksi Demo  12 Januari 2021

0
1932
Ketua Asrama Putra Waropen Kota Studi Jayapura, Ruben Woisiri bersama rekan rekan pengurus asrama Waropen di Jayapura. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Ketua Asrama Putra Waropen Kota Studi Jayapura, Ruben Woisiri mengatakan, pihaknya selaku  alumni dan BP. Asrama Putra Kabupaten Waropen serta seluruh penghuni, sesuia hasil rapat pertemuan pada Hari Minggu 10 Januari 2021 , sepakat untuk tidak  ambil bagian dalam Demo.

Sebagaimana dijelaskan, dalam press release yang diterima lintaspapua.com, terkait aksi demo  yang akan di Adakan pada Hari Selasa 12 Januari 2021 mendatang Oleh BPH IMAWAR.

“Di bagian Ini Kami BPA dan Penghuni Serta Alumni merasa bahwa Kegiatan yang akan di laksanakan pada (12-01-2021) Sangat baik Demi Mahasiswa, Tetapi Kami merasa bahwa momen atau waktu tidak tepat,melihat kondisi kabupaten saat ini posisi pemerintahan belum efektif atau belum stabil,” ujar Ketua Asrama Putra Waropen Kota Studi Jayapura, Ruben Woisiri,  kepada media dalam release, Senin, 11 Januari 2021.

Dikatakan, untuk itu pihaknya  menyatakan sikap buat tarik diri dalam agenda demo yang akan di laksanakan 12 Januari mendatang.

“Kami Badan Pengurus  Asrama tidak mempunyai niat untuk membatalkan,namun kita melihat kembali kondisi waropen saat ini,yang pertama:pemerintahan kabupaten waropen di lihat belum stabil di karenakan paska demokrasi atau pilkada kemarin yang hingga kini tahapan pilkada masih dalam proses,’ jelasnya.

Dikatakan, secara pribadi dirinya  selaku ketua asrama melihat percakapan yang begitu panas di media sosial atau grup-grup yang sudah membahas tentang demo pembangunan asrama.

“Namun selaku ketua asrama merasa bahwa sejauh ini belum ada koordinasi internal dengan BPA asrama terkait demo,” ungkapnya.

“Saya Ruben.woisiri bersama teman-teman kami mewakili seluruh penghuni asrama dan alumni menyampaikan permohonan maaf kepada BPH imawar atas niat baik atau langka baik yang telah di ambil oleh BPH imawar dalam menyikapi persoalan pembangunan asrama putra kota studi Jayapura yang sudah di angarkan sejak 2017 lalu hingga kini belum ada realisasi.

Saran kami BPA asrama putra dan seluruh penghuni ke depan agar BPH imawar tidak gegabah dalam mengambil keputusan,” paparnya.

Dirinya berpesan, alangkah baiknya di koordinasikan dengan ketua dan seluruh jajaran BPH  Imawar atau pihak-pihak terkait,dalam mengambil sebua keputusan atau solusi.

Terkait Hal  tersebut, mendapat tanggapan dari Anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir yang juga Wakil Rakyat dari Wilayah Saireri menyampaikan harapannya, agar mahasiswa menggunakan cara – cara yang bijaksana dan tidak perlu melakukan aksi demo.

“Adik – adik mahasiswa tidak perlu demo – demo, mari bicara baik – baik dengan Bupati Waropen,  sehingga ada perhatian dari pemerintah daerah setempat,” harapnya mengajak mahasiswa untuk tempuh cara yang baik, saat dikonfirmasi media.  (***)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here