GENERASI APAKAH KITA ?

0
199

Bacaan Setahun:
Kej. 6-7
Luk. 4

GENERASI APAKAH KITA ?
“Keturunan (generasi) apakah kamu ini? Perhatikanlah firman TUHAN! Sudahkah Aku menjadi padang gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita? Maka mengapa umat-Ku berkata: Kami sudah bebas, kami tidak lagi mau datang kepada-Mu?” Yeremia 2:31

Secara sederhana sebuah generasi adalah sebuah keadaan kehidupan yang unik dalam sebuah rentang waktu tertentu yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus. Perjalanan generasi hingga saat ini ditandai dengan beberapa penamaan jenis generasi ini.

Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir, setidaknya ada 6 kelompok generasi manusia berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Graeme Codrington dan Sue Grant-Marshall, yaitu: Generalis Tradisionalis (1922-1945), Generasi Baby Boomers (1946-1964), Generasi X (1965-1980), Generasi Milenial (1981-1994), Generasi Z (1995-2010), Generasi Alfa (di atas 2010).

Setiap generasi selain memiliki ciri khusus, tentunya juga memiliki kekaryaan dan standar kehidupan tersendiri, serta juga permasalahan yang khas. Firman Tuhan yang kita baca hari ini menunjukkan sebuah pertanyaan mengenai keturunan (generasi) apakah kamu ini? Artinya kualitas hidup seperti apakah kita saat menjalani periode generasi kita sendiri.

Dalam perspektif rohani, kita diminta bukan sekedar memahami ciri umum setiap generasi, melainkan yang paling penting adalah bahwa kita diharapkan mengetahui apakah kehendak Allah bagi diri kita di dalam generasi kita sendiri. Pemahaman akan kehendak Allah bagi generasi kita sendiri, akan membuat diri dan pelayanan kita menjadi relevan.

 

Daud memberi teladan yang baik bagi kita dalam memahami kehendak Allah bagi jamannya. “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, …..” (Kisah Para Rasul 13:36)
Sebuah pertanyaan refleksi bagi kita adalah, apakah seluruh hidup, karya dan pelayanan kita relevan bagi generasi yang kita sedang jalani dalam hidup kita. Jika hidup, karya dan pelayanan kita tidaklah relevan, maka orang menyebut kita sebagai ketinggalan jaman atau bahkan disebut salah jaman.

Dalam perjalanan perubahan generasi ini ada hal-hal yang harus di lakukan sesuai kontekstual jamannya, namun tetap juga ada hal-hal prinsip kebenaran yang berlaku dan diwariskan dari generasi ke generasi. Siapkah kita mengenal dan melakukan kehendak-Nya bagi generasi kita sendiri? Atau kita ternyata salah jaman? (HA)

Questions :
1. Termasuk generasi apakah Anda?
2. Bagaimana Anda menempatkan diri dalam kehidupan yang mungkin berbeda generasi dengan diri Anda?

Values :
Pemahaman akan kehendak Allah bagi generasi kita sendiri, akan membuat diri dan pelayanan kita menjadi relevan.

Hidup sia-sia adalah saat hidup dan karya kita tidak relevan.
“Hai anakku, perhatikan hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan, supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan.”
__ Amsal 5.1-2

Seringkali dalam perjalanan hidup, kita diombang-ambingkan dengan berbagai pilihan dalam hidup. Terkadang pilihan-pilhan itu semua terlihat positif, terlihat penting, terlihat sebagai pintu yang terbuka / kesempatan baik bagi kita. Akan tetapi pada kenyataannya tidak semua pintu yang terbuka itu harus kita masuki. Bahkan terkadang pilihan itu begitu “terasa” benar, namun belum tentu benar.

Hanya firman Tuhan yang dapat menjadi fondasi kuat dalam kehidupan kita yang penuh dengan ketidak pastian. Hanya firman Tuhan yang dapat membantu kita menimbang pilihan mana yang tepat bagi kita. Mari kita perdalam lagi kesukaan kita akan firman Tuhan, biarlah kita berakar dan tumbuh semakin kuat didalam firman, sehingga kita peka terhadap suara Tuhan yang selalu mengarahkan kita kepada kehidupan. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here