Wabup Keerom, Piter Gusbager Ingatkan Agar Malam Tahun Baru Masyaralat Berdoa dan Tidak Miras

0
581
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP. dalam sebuah kegiatan apel bebrsama ASN Keerom (Arief /LPC)

‘’Tutup Tahun Jangan Miras… !!!’’

Wabup, Piter Gusbager SHut, MUP, Ingatkan Agar Malam Tahun Baru Masyarakat Keerom Berdoa

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, menegaskan bahwa perayaan tahun baru di Kabupaten Keerom tidak boleh diisi dengan kegiatan minum-minuman keras atau Miras apalagi pesta Miras. Karena banyak hal negative yang biasanya akan mengikuti kegiatan Miras tersebut.

‘’Saya minta dengan tegas agar untuk malam tutup tahun atau malam kunci tahun 2020 jangan disi dengan Miras. Yang biasa merayakan kunci tahun dengan Miras untuk Stop… Berhenti Minum Miras,’’tegasnya saat dihubungi media ini, Senin (28/12/2020).

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak kepada masyarakat Keerom terutama kalangan pemuda, untuk tidak melakukan minum-minuman keras. Bahkan ia berharap semua kalangan terutama pemuda bisa menjadi pelopor generasi muda yang bisa menolak miras.

Ia menilai selama Miras belum berhasil ditolak maka akan banyak hal negative yang bisa terjadi. ‘’Karena selama miras belum kita hentikan biasanya ada hal-hal yang tidak kita inginkan, pengalaman dari tahun ke tahun itu banyak korban,’’pesannya.

Untuk itu ia juga meminta kepada aparat khususnya jajaran Kepolisian untuk lebih ketat mengawasi peredaran Miras di Keerom. Karena menurutnya peredaran Miras di Keerom saat ini sudah sangat membahayakan nyawa masyarakat di Keerom.

‘’Saya minta aparat untuk mengawasi baik peredaran Miras, ganja dan zat berbahaya lain. Saya minta kepada kita semua, untuk saling menjaga, jaga masyarakat, jaga keluarga dan jaga diri masing-masing. Mari kita rayakan tahun baru dengan syukur, sukacita dan hal-hal positif lainnya,’’ungkapnya.

Tak lupa ia juga meminta kepada para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing agar terbebas dari Miras dan Narkoba. ‘’Kedepan kita akan ambil langkah-langkah strategis untuk bersama-sama mengantisipasi bahaya Miras, Narkoba dan hal negatif lainnya,’’tekannya.

Pada kesempatan akhir, ia juga mengingatkan agar malam pergantian tahun di Keerom diisi dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif.

‘’Marilah malam tahun baru kita semua kembali ke rumah masing masing, isi dengan doa, berkumpul keluarga, dengan ayah, ibu, anak dan keluarga. Tak perlu buat kerumunan, apalagi sampai balap-balapan atau kebut-kebutan di jalan,’’ujarnya.

Ia juga mengingatkan saat ini masih dalam masa pandemic Covid-19, maka ia meminta tak ada perayaan tahun baru yang dilaksanakan dengan membahayakan termasuk tidak boleh melanggar protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

‘’Semua kembali ke rumah, di rumah dirayakan dengan cara lebih positif, cara lebih aman, tidak ada perayaan di jalan, tak ada pesta kembang api, tak ada petasan. Mercon dan keramaian yang tidak perlu yang justru akan menciptakan kerumunan, termasuk tak ada miras dan hal yang negatif yang tak sehat lainnya. Semua harus dihentikan,’’pesannya.

Ia meminta. ‘’Isilah malam kunci tahun dengan berdoa dan ibadah. Ibadah atau doa bersama, bisa dilaksanakan di gereja atau di rumah masing-masing. Kita lebih baik mengucap syukur dan merayakan ganti tahun dengan keluarga tanpa ada bunyi-bunyian, arak-arakan, Miras dan lainnya. Apalagi sampai hari ini kita belum bebas dari wabah covid 19, ini yang perlu kita jaga, karena aktivitas di malam hari kita tidak bisa pantau, mari kita bisa masing masing jaga diri,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here