NEW STANDARD

0
491

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Sabtu 19 Desember 2020

Bacaan Setahun:
Yes. 25-28
Why. 10

NEW STANDARD

“Kemudian, Allah berkata kepada Nuh, “Keluarlah dari bahtera itu, engkau, istrimu, anak-anakmu, dan istri-istri mereka. Lepaskanlah semua makhluk hidup ada bersama dengan dirimu; burung-burung, binatang-binatang, serta segala sesuatu yang merayap di atas bumi supaya mereka dapat berkembang biak dan bertambah banyak di atas bumi.” Kejadian 8:15-17

Nuh dan keluarganya sedang mengalami kondisi yang mungkin memiliki sedikit kemiripan dengan kondisi kita saat ini, yaitu harus alami masa-masa Lock Down atau pembatasan karena sebuah fenomena bencana alam. Jika pada jaman Nuh, Tuhan ijinkan fenomena hujan deras yang mengakibatkan tenggelamnya seluruh bumi, sedangkan pada masa kini kita alami sebuah fenomena dari virus Covid 19 yang juga dialami hampir seluruh bumi.

Nuh harus terkurung dalam bahtera dalam kurun waktu 1 tahun 10 hari, tanpa ada peluang untuk memiliki akses kemanapun, selain hanya dalam lingkup bahtera yang di dalamnya terdiri dari begitu banyak satwa. Namun sebenarnya Nuh dan keluarga juga memiliki sebuah kesempatan istimewa, bahwa mereka akan menjadi generasi pertama kembali ke bumi ini, dan apapun yang dilakukannya akan menjadi catatan atau standart bagi generasi sesudahnya.

Pertanyaan pentingnya bagi kita adalah, kualitas hidup apakah yang kita bangun dalam masa pandemi yang membatasi kita saat ini? Pada situasi ini orang mulai memiliki kesadaran baru yaitu standart kebersihan, kesehatan, standart teknologi, pekerjaan dan pendidikan. Sebagai generasi pertama kembali, Allah menunjukkan kepada Nuh standart tentang pengenalan diri-Nya, yaitu Allahlah yang berinisiatif memerintahkan Nuh membuat, masuk dan juga memerintahkan keluar dari bahtera itu. Hal itu berarti bahwa Allahlah yang memegang seluruh kendali situasi yang ada. Standart berikutnya yang ditunjukkan Allah adalah bahwa Allah adalah Allah perjanjian yang didasari atas hati-Nya yang penuh cinta. “Berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.” (Kejadian 8:21)

Perjanjian Allah murni dimulai dari satu pihak yaitu diri-Nya sendiri yang ditujukan untuk manusia yang memiliki kecenderungan berbuat dosa. Standart berikutnya yang ditunjukkan Allah adalah standart pribadi Allah yang memberkati. Kejadian 9:1, “Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya …” Firman Tuhan sedang menunjukkan kepada kita bahwa dalam segala keadaan yang nampaknya sulit, semuanya dalam kendali Allah, kita semua tetap ada di dalam hati-Nya, dan kemurahan-Nya tak pernah meninggalkan kita. Maukah kita mempercayaiNya? (HA)

Questions :
1. Apakah kondisi pandemi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan Anda? Bagaimana Anda melewatinya?
2. Perbuatan ajaib Tuhan apa yang sudah Anda alami saat pandemi? Saksikan.

Values :
Dalam keadaan serba sulit, percayalah bahwa Tuhan yang mengendalikan kehidupan kita, jangan menyerah dan bersyukurlah kepada-Nya.

Iman kita adalah percaya kepada pribadi, janji dan kemampuan Allah, bukan pada kemampuan kita.

“Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.”
__ Yesaya 12.2

Tidak ada tempat lain yang lebih aman selain dalam genggaman Tuhan. Ia lah gunung batu kita yang memampukan kita berdiri kokoh dan tidak tergeletak.

Mengucap syukurlah senantiasa dengan nyanyian syukur kita oleh karena perlindunganNya dalam kehidupan kita. (***)

 

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here