Catatan Anak Pinggir Negeri : Anak Muda ‘Kemarin Sore’ itu Hadirkan PERUBAHAN bagi KEEROM…. !!!

0
501
Siap Melayani dan Membela Kepentingan Masyarakat. Bupati Keerom, Piter Gusbager, saat disambut masyarakat dengan ceria. (Foto Pribadi)

Catatan Anak Pinggir Negeri (Caping)

* Sebuah Catatan Kecil dari Tim Pemenangan Piter – Wahfir pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Keerom Tahun 2020

Anak Muda ‘Kemarin Sore’ itu Hadirkan PERUBAHAN bagi KEEROM…. !!!

Melalui Jalan Terjal dan Berliku, Piter – Wahfir Akhirnya Menangi Pilkada Keerom

 PERUBAHAN … itu seakan menjadi kata yang sakral bagi masyarakat Keerom belakangan ini. Memang jargon perubahan diusung pasangan muda Piter Gusbager SHut, MUP dan Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi, yang akan maju mengikuti kontestasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Keerom Tahun 2020 yang telah digulir 09 Desember 2020 lalu.

Jika melihat hasil yang baru disampaikan oleh KPU Keerom dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat kabupaten yang digelar di gedung Pramuka, kemarin, terlihat pasangan Piter – Wahfir yang mendapat nomor urut 2, unggul signifikan disbanding pasangan nomor urut 1, Markum – Malen dan pasangan no urut 3, Wally – Susilo.

Pasangan Piter Wahfir yang dikenal dengan pasangan BERSIH, meraup suara sebanyak dengan perolehan 22.075 Suara, sementara Paslon 01 meraih 13.397 Suara, sedangkan paslon 03 meraih 10.080 suara.

Selain itu dari data yang ada, diketahui Pasangan BERSIH ini juga dipastikan meraih kemenangan merata di 11 distrik yang ada di Kabupaten Keerom. Selain itu dari 91 kampung yang ada di Keerom, sebanyak 72 kampung tercatat memenangkan pasangan BERSIH ini.

Angka ini juga termasuk signifikan dimana kemenangan pasangan BERSIH ini juga mencatatkan perolehan sebanyak 48,46 %, sementara Paslon 01 meraih 29,41 % dan Paslon 03 meraih 22,13 %. Ini berarti selisih antara urutan pertama dan kedua pun terbilang cukup jauh.

Jika melihat dari data yang ada tentunya semua berpikir ini kemenangan yang mutlak, tapi apakah semudah itu meraih hati rakyat Keerom. Ternyata jalan pasangan Piter Wahfir untuk memenangkan Pilkada kali ini tak mudah.

Dalam beberapa kesempatan, Piter Gusbager mengemukakan bahwa suara minor kerap didengar atau disuarakan beberapa kalangan di Keerom. Bahkan anggota tim pemenangan pun mendapatkan narasi yang serupa.

‘’Baru jadi Wakil Bupati satu tahun lewat votting DPRD lagi.. kok sudah sok mau maju calonkan diri jadi Bupati,’’demikian bullyan dari beberapa orang bahkan nitizen di medsos.

‘’Anak kemarin sore mau tunjuk diri lawan petahana,’’ dan beberapa narasi lain yang berkonotasi tak jauh berbeda. Namun Piter Gusbager sebagai anak adat yang dianggap masih ‘kemarin sore’ ini tetap rendah hati dan bersahaja menghadapi suara-suara negatif tersebut.

Berlahan ia berhasil mendapatkan pasangan, yang belakangan juga mendapatkan suara minor lainnya. Tak lain ia adalah Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi. Suara minor juga terdengar, ‘kemana aja selama ini’, ‘kembali ke keerom mencari apa?,’ dan lainnya.

Tantangan berikutnya, juga tak mudah. Sudah menjadi lumrah perebutan kursi partai pengusung adalah hal jamak dan tak mudah dimenangi. Suara-suara pihak lain yang akan memborong partai, siap lawan kotak kosong, dll, mulai diperdengarkan.

Dengan langkah sigap sebagai kader dan politisi muda, juga birokrat yang mulai mendapat dukungan masyarakat adat dan masyarakat akar rumput, ia tetap berusaha memberikan angina Perubahan bagi Keerom. Dengan perjuangan tak kenal lelah, ia pun berhasil meraih kepercayaan dari 4 partai (3 pengusung dan 1 pendukung) yaitu Partai Golkar, Nasadem, PDIP dan PKB. Dengan total mendapat dukungan sebanyak 7 kursi di DPRD Keerom.

Namun narasi negative kembali terdengar, seiring dengan banyaknya politisi muda yang mendukung Piter – Wahfir, diantaranya ada Leo, Sigit, Engel Amo, tentunya ada juga politisi senior seperti Syahabuddin Halid, Ahmad Mbara, Kanesius Kango dan Yahya Sauri. Namun suara suara ‘Anak Kemarin Sore’ masih terdengar.

Suara ini semakin mendapat pengesahan tatkala, di tim relawan dan tim pemenangan juga mencatatkan nama-nama baru dalam perpolitikan di Keerom. Kesan dan anggapan ‘’Anak Kemarin Sore’ hendak melawan kemapanan seakan semakin mendapat tempatnya.

Namun suara minor itu kini dibuktikan oleh barisan anak ‘Kemarin Sore’ ini. Hasil perolehan suara yang kini tengah menunggu penetapan KPU telah membuktikan, bahwa anak ‘Kemarin Sore’ itu ternyata menjadi harapan Perubahan bagi masyarakat Keerom.

Atas hasil ini, bagaimana tanggapan Piter Gusbager dan Wahfir Kosasih, keduanya memilih untuk tetap bersikap rendah hati dan low profile. Seraya menyampaikan terimakasih atas dukungan masyarakat Keerom terhadap keduanya.

‘’Ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Keerom dari Skanto sampai Towe, terimakasih atas dukungannya,’’ungkap Piter Gusbager SHut, MUP.

‘’Mari Kita bergandengan tangan, bersama-sama membangun Keerom,’’timpal Drs. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi.

Bagaimana dengan kita ? semoga hadirnya dua pemimpin yang mebawa jargon Perubahan dan Bersih-bersih ini, bisa benar-benar membawa perubahan dalam pembangunan di kabupaten Keerom, dan tentunya bersih dalam hal pelayanan dan akuntabilitas.

Semoga sesuai visi dan misi yang disampaikan, semua bisa terwujud 5 tahun kedepan. Mari kita dukung dan kawal bersama…. Salam Lantik. *****

(ariefnugroho-lintaspapua.com)

 

#ariefnugroho@keerom,17Des2020

#catatananakpinggirnegeri

#Ayokeeromkamubisa

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here