Syukuran 3 Tahun Kepemimpinan Mathius Awoitauw – Giri Wijayantoro : Pendekatan Budaya Jadi Solusi Membangun

0
322

Bupati Jayapura, Matius Awoitauw, SE, M.Si, saat memberikan sambutan pada peringatan 3 tahun kepemimpinan Bupati Matius Awoitauw dan Wakil Bupati Giri Wijayantoro yang dirangkai dengan Natal bersama Pemkab Jayapura, TNI-Polri bersama Masyarakat, di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Sabtu (12/12/2020). (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepemimpinan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dan Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro sudah memasuki tahun ketiga di Kabupaten Jayapura.

MA-GW dilantik pada tanggal 12 Desember tahun 2017 lalu, Sabtu (12/12/2020) menggelar ibadah syukur sekaligus dirangkai dengan perayaan Natal bersama Pemda Kabupaten Jayapura, TNI-Polri bersama masyarakat bertempat di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam sambutannya mengaku tiga tahun kepemimpinan Bupati Jayapura dan Wakil Bupati Jayapura adalah komunikasi dan pendekatan budaya yang menjadi solusi untuk menata dan membangun Papua, khususnya Kabupaten Jayapura lebih baik.

Demikian di sampaikan Matius Awoitauw pada acara perigatan tiga tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Giri Wijayantoro dalam mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan di Papua terlebih khusus di Kabupaten Jayapura.

“Pendekatan kebudayaan ini yang harus menjadi solusi untuk Papua, banyak hal yang dikerjakan kalau ini tidak dilakukan kita menciptakan bom waktu, yang sewaktu-waktu akan membahayakan siapapun. Karena anak-anak Papua akan berontak,” ujarnya.

Hal tersebut di maksudkan Bupati Mathius, karena anak Papua akan kehilangan jati dirinya jika budaya tidak di rawat dengan baik, contoh kecil tegas Bupati Jayapura dua periode ini, tanah-tanah ulayat masyarakat adat yang di jual tidak beraturan hingga menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Sekarang saja kita lihat bagaimana tanah-tanah dijual, konflik terus menerus, tidak pernah akan berhenti, kalau ini tidak kita lakukan proteksi-proteksi yang baik, Papua terus akan menjadi masalah kedepan,” katanya.

Karena itu, menurut Mathius Awoitauw pendekatan budaya dan perlindungan hak-hak masyarakat adat sangat penting dan perlu di ayomi.
“Karena masyarakat adat ini, kalau dia tenang dia akan mengayomi siapapun yang ada di situ. Tapi, kalau dia merasa terganggu dia akan ribut, saya pikir di sisa dua tahun ini kita harus mantapkan untuk mewariskan hal tersebut,” tuturnya.

Sehingga dalam tiga tahun kepemimpinan Bupati Matius Awoitauw dan Wakil Bupati Giri Wijayantoro, pendekatan kebudayaan adalah solusi tepat dalam mewujudkan kesejahteran bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Tetapi, juga untuk Papua kedepan.

“Ada berbagai pendekatan pembangunan di Papua, tetapi situasinya masih terus bergejolak. Oleh karena itu, apa yang kita dorong di Kabupaten Jayapura sudah mendapat dukunga dari pemerintah pusat dengan keluarnya Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2022 sudah mengakomodir pikiran-pikiran yang kita bangun di Kabupaten Jayapura,” tukasnya. (Irf)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here