Ketua KKSS Papua, Mansur Pimpin Ziarah  ke TMP Peringatian Hari Korban 40 Ribu Jiwa

0
352

Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Dr. H. Mansur, M. SH, MM, ketika berpose bersama dengan Ketua Panitia Pelaksana HUT KKSS ke-44 dan Peringatan Hari Korban 40 Ribu Jiwa Ke-73 H. Abdul Rajab dengan Pengurus KKSS Papua dan IWSS Papua usai ziara di TMP Kesuma Trikora, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (11/12/2020). (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa ke-73 tahun 2020 tetap digelar di tengah pandemi Covid-19 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Trikora, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (11/12/2020).

Pada ziarah ke TMP Kesuma Trikora ini dipimpin oleh Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Dr. H. Mansur, M. SH, MM, didampingi Ketua Panitia HUT KKSS Ke-44 dan Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa Ke-73 H. Abdul Rajab, para pengurus BPW KKSS Provinsi Papua, pengurus IWSS Provinsi Papua, pengurus KKSS Kota Jayapura dan pengurus IWSS Kabupaten Jayapura, serta Ikami SulSel Provinsi Papua.

Ketua BPW KKSS Provinsi Papua, Dr. H. Mansur, M. SH, MM, mengatakan peringatan pembantaian korban 40 Ribu Jiwa rakyat Sulawesi Selatan ini, diperingati setiap tahunnya untuk mengenang perjuangan para pahlawan membela rakyat Indonesia dari Westerling, yang terjadi 73 tahun lalu.

“Ini dalam rangka hari korban 40 ribu jiwa, yang mana terjadi pada tahun 1947 atau 73 tahun lalu di Sulawesi Selatan itu diperingati setiap tanggal 11 Desember. Sehingga pada hari ini adalah peringatan hari korban 40 ribu jiwa yang terjadi pembunuhan atau pembantaian massal oleh Westerling pada tahun 1947,” kata Mansur didampingi Ketua Panitia HUT KKSS Ke-44 dan Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa Ke-73 H. Abdul Rajab, kepada wartawan usai memimpin ziarah di TMP Kesuma Trikora Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (11/12/2020)

“Oleh karena itu, setiap tahun kita laksanakan peringatan hari korban 40 ribu jiwa, untuk mengenang peristiwa pelanggaran HAM tersebut. Tapi, setiap tahunnya kita isi dengan sukacita dan berbagai kegiatan serta puncaknya akan kita adakan doa bersama,” sambung Ketua Umum Yapis di Tanah Papua ini.

Makna Peringatan Hari Korban 40 Ribu Jiwa bagi generasi muda, Mansur mengatakan kita tidak boleh mengenang dengan kenangan biasa saja. Tapi, kita mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang beredukasi dan cerdas, untuk penguatan sejarah dan juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Bahwa, orang Sulsel ada sejarah yang terjadi masa lalu, tapi kita isi dengan penguatan dan kemajuan, untuk kesejahteraan, silaturahmi dan doa bersama.

“Yang ikut ziarah ini ada pengurus KKSS Provinsi Papua, KKSS Kota Jayapura, IWSS Papua, IWSS Kabupaten Jayapura dan pemuda Ikami SulSel Provinsi Papua. Setelah ziarah ini, Insha Allah kami akan adakan doa bersama pada hari Minggu (13/12/2020) di PT Entrop,” jelasnya.

Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa, kata Ketua DMI Provinsi Papua ini, diharapkan dapat mengambil semangat perlawanan Rakyat SulSel yang menolak imperialisme penjajah juga diwujudkan dalam bentuk memperkuat persatuan dan menumbuhkan Nasionalisme.

Generasi penerus, jelas Mansur, seharusnya mengambil hikmah dan manfaat atas peristiwa tersebut, bahwa perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan para pejuang, merupakan upaya dari rakyat SulSel, untuk mempertahankan eksistensi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Patut dihargai dan diaktualisasikan secara terus menerus,” kata Mansur. (Irf)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here