Polisi Tahan Mantan Ketua KPU Papua

0
296

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Polisi telah melakukan penahanan terhadap mantan ketua KPU Provinsi Papua, AA,  pada 4 Desember 2020.

AA alias Adam ditahan karena diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana hibah senilai Rp.19 Miliar lebih pada pelaksanaan Pemilu ulang di Kabupaten Tolikara 2017 lalu. Saat itu Adam menjabat sebagai ketua KPU Papua sekaligus ketua KPU Tolikara.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Brigjen Pol Matius. D. Fakhiri dalam pers konference di Kabupaten Keerom, Rabu (09/12/2020) mengungkapkan, berdasarkan Laporan Risalah Hasil Ekspose dari BPKP Perwakilan Propinsi Papua tanggal 4 Desember 2020, terdapat penyimpangan pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan proposal pengajuan dari KPU Kabupaten Tolikara yang diindikasikan berpotensi merugikan Keuangan Negara  hingga Rp.6 miliar.

“Pada 2017 KPU Kabupaten Tolikara mengajukan permohonan Dana Hibah ke Pemda Kabupaten Tolikara untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU). Namun, surat permohonan tidak ditemukan, kemudian ditandatangani NPHD Nomor : 900/054/BPKAD/2017 dan 002/KPU-TLK/APBD-HIBAH/IV/2017, tanggal 19 April 2017 dengan nilai Rp.15. 552.547.030,” ujar Brigjen Pol Drs. Brigjen Pol Matius. D. Fakhiri S.IK.

Permohonan ini kata Wakapolda, ditandatangani Bupati Tolikara (Usman G. Wanimbo) selaku pemberi hibah dan Ketua KPU Propinsi Papua selaku ketua KPU Kabupaten Tolikara bertindak untuk dan atas nama KPU Kabupaten Tolikara selaku penerima hibah.

Dana ini ditambah Rp. 4.296.958.580 (sisa dana dari NPHD 001/NPHD/LPU-TLP/IV/2016, tanggal 19 April 2016 ).

“Total dana yang digunakan saat pelaksanaan tahapan PSU pada KPU Kabupaten Tolikara tahun 2017 sebesar Rp. 19.849. 505.610,- yang selanjutnya dikelola oleh Yustinus Padang (Plt. Sekretaris KPU Kabupaten Tolikara) dan Ahmad Burhanudin (bendahara pengeluaran),” ujarnya.

Ia juga membeberkan bahwa, tidak ada pakta integritas yang seharusnya ditandatangani oleh  AA sebagai Ketua KPU Propinsi Papua selaku Ketua KPU Kabupaten Tolikara atas nama KPU Kabupaten Tolikara (selaku penerima hibah).

Dalam kasus ini Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Papua juga mengamankan barang bukti berupa dokumen Laporan Pertanggungjawaban, dokumen Pencairan Anggaran dan naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi, kemudian telah dilakukan gelar perkara, selanjutnya pada tanggal 4 Desember 2020 sampai dengan tanggal 23 Desember 2020 penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka AA.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan / atau Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp.50 juta dan paling banyak Rp.1 miliar.  (Gracio/LINTASPAPUA.COM)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here