Ketua P5 Yanto Eluay Sikapi Benny Wenda di Luar Negeri Hanya untuk Mencari Perhatian Publik

0
127

SENTANI (LINTAS PAPUA)– Ketua Umum Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) Provinsi Papua, Yanto Eluay dengan tegas menilai pernyataan Ketua Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda di Luar Negeri yang telah deklarasi kemerdekaan Papua Barat dan juga mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden West Papua itu hanya untuk menarik (mencari) simpati atau perhatian publik.

Penegasan itu di sampaikan Yanto Eluay menanggapi pernyataan Ketua ULMWP Benny Wenda yang mendeklarasikan kemerdekaan Papua Barat dan juga mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin atau Presiden West Papua pada perayaan HUT OPM 1 Desemeber 2020 lalu, sehingga membuat berbagai pihak di tanah air menanggapinya dengan serius apa yang di sampaikan oleh tokoh OPM itu.

“Sehubungan dengan apa yang di lakukan oleh Benny Wenda, kami sangat menolak dan menilai itu suatu gerakan pa Benny dalam mencari panggung. Dimana, perhatian dia mulai di anggap gagal, jadi itu semacam pola yang di lakukan untuk mendapatkan perhatian mencari simpatisan Papua merdeka,” kata Yanto Eluay saat ditemui di Obhe Igwa-igwa Ondikeleuw Haleufoiteuw Hele Wabhouw, Jalan Bisteur Pos, Kampung Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/12/2020).

Selaku Ketua P5, Yanto Eluay menganggap bahwa Papua telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Indonesia, sehingga keputusan Pepera (1969) dianggapnya adalah sesuatu yang final yang sudah tidak bisa di utak-atik oleh siapapun termasuk seorang Benny Wenda sekalipun.

“Saya selaku ketua umum P5 mau menegaskan bahwa sikap kami tetap berpegang pada semangat wajah kami yang itu menjaga dan mengawal keputusan Pepera 1969, jadi keputusan Pepera itu Papua sudah sah menjadi bagian dari NKRI,” tegasnya.

Yanto Eluay yang juga Ondofolo Kampung Sereh dengan tegas menolak pernyataan Ketua The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda yang menyatakan diri sebagai Presiden Papua Barat.

“Saya pertegas lagi bahwa Papua sudah Final ya, sudah berada dalam Negara kesatuan Republik Indonesia. Bahwa hasil dewan musyawarah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) perwakilan Papua Barat sebanyak seribu orang sudah final, saat itu tokoh-tokoh yang terlibat dalam dewan musyawarah sudah mewakili seluruh masyarakat Irian Barat / Papua Barat,” tuturnya.

Apapun yang di lakukan oleh kelompok-kelompok bersebrangan dengan NKRI, pihak P5 siap mengawal keputusan yang sudah di lakukan oleh para orang tua pada saat itu. Sehingga pernyataan Benny Wenda hanya untuk mencari perhatian eksistensi Benny Wenda di luar Negeri. “Perjuangan pa Benny Wenda sudah redup tidak mendapatkan simpati, media disana saja yang menbesar-besarkan gerakan itu, orang Papua saja tidak tahu apa yang di lakukan oleh Benny wenda mengaku diri sebagai presiden, jadi jangan berbicara Papua ini dari luar, hari ini kamu bilang orang Papua sudah memiliki pemerintahan jangan memproklamirkan sesuatu yang tidak mendasar,” tandas putra mendiang (Alm) Dortheys Hiyo Eluay. (Irf/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here