Wali Kota BTM Berharap Konflik Antara Kampung Enggros dan Nafri Tidak Terulang Lagi

0
108
Keindahan Teluk Youtefa. Disana terdapat masyarakat yang harus diberikan pelayanan secara baik. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)
KETUA LMA MENANDATANGANI KESEPAKATAN DAMAI ANTARA KAMPUNG ENGGROS DAN NAFRI

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Walikota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM dan Kapolresta Jayapura kota, AKBP Gustav Urbinas menyaksikan penandatanganan kesepakatan perdamaian antara masyarakat kampung Enggros dan kampung Nafri, yang terlibat pertikaian pada hari Kamis, 10 September 2020 di Holtekamp, bertempat di aula Sian Soor kantor Walikota, Jumat, 27 November 2020.

Pada kesempatan tersebut Walikota mengatakan, setelah perdamain tersebut diharapkan tidak lagi ada konflik antara masyarakat kedua kampung. “Sungguh alangkah indahnya kalau kita duduk bersama dalam suatu kebersamaan dan kita hidup rukun dan damai. Atas nama pemerintah kota Jayapura menyampaikan terima kasih kepada Kapolresta kota Jayapura, atas pendekatan-pendekatan yang dilakukan kepada kedua belah pihak, sehingga muncul kesepakatan bersama diantara kedua kampung. Saya berharap setelah adanya kesepakatan damai ini tidak lagi ada konflik,” tegas Walikota.

Kapolresta mengatakan, kedepannya yang dilakukan ini menjadi contoh yang baik dan hal-hal kurang baik yang sudah terjadi diharapkan tidak terulang lagi di kemudian hari. Kerugian yang ditimbulkan dari adanya pertikaian kedua kampung disepakati, ditanggung masing-masing baik orang yang berperkara secara perorangan maupun secara adat maupun secara kampung.

WALIKOTA, KAPOLRESTA, KETUA LMA DAN PERWAKILAN KEDUA KAMPUNG

“Harapan saya sebagai Kapolresta, semua bersaudara yang saling mengasihi, hidup berdampingan dan tuan rumah di Tanah ini, sehingga baiklah menjadi contoh untuk orang lain yang juga hidup di Tanah ini. Sehingga kedepan kita tidak perlu mengulangi lagi hal-hal yang tidak menguntungkan kita, apabila di kemudian hari ada suatu persoalan baiklah itu bisa dibicarakan. Apabila ada persoalan perorangan atau oknum biarlah menjadi persoalan oknum atau orang itu sendiri, jangan lagi terbiasa membawa-bawa orang lain, kerabat menjadi suku lalu kampung, yang belum tentu orang lain paham akar masalahnya. Terima kasih kepada Walikota yang berkenan mengikuti semua perkembangan terhadap mediasi dan penanganan kasus yang sudah dilaksanakan Polresta,” ujar Kapolresta.

Sementara itu, Ketua LMA Port Numbay, George Awi, memberikan apresiasi kepada Walikota dan Kapolresta, yang sudah memfasilitasi perdamaian kedua kampung, dirinya berharap kesepakatan damai tersebut benar-benar ditaati supaya tidak terulang lagi dikemudian hari. (Humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here