Pemkab Jayapura Telah Usulkan Lebih 2.500 Tenaga Kontrak dan Honorer Jadi CPNS Jalur Khusus

0
369
Kepala BKPSDM Kabupaten Jayapura, Alex Rumbobiar, saat memberikan keterangan. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mencatat hingga saat ini lebih dari 2.500 tenaga kontrak dan honorer di Kabupaten Jayapura yang telah diusulkan untuk menjadi CPNS formasi khusus pada tahun 2020.

“Kami dalam hal ini Pemkab Jayapura telah mengusulkan 2.500 lebih tenaga kontrak dan honorer di daerah ini yang diusulkan menjadi CPNS formasi khusus tahun ini,” demikian penyampaian Kepala BKPSDM Kabupaten Jayapura, Alex Rumbobiar kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).

Untuk jumlah data tenaga honorer di Kabupaten Jayapura, lanjut kata Alex, dibagi dalam dua kelompok. Pertama, kelompok kategori dua (K2) itu bagi mereka yang pernah mendaftar serta sudah terdata dan sudah pernah mengikuti seleksi, namun dinyatakan tidak lulus. Jumlah K2 di Kabupaten Jayapura itu sebanyak 55 orang.

Kemudian, untuk data honorer secara umum sebanyak 2.535 orang. Sehingga setelah dijumlahkan dengan tenaga K2 yang sudah diusulkan itu, jumlah tenaga honorer yang diusulkan untuk diangkat menjadi CPNS formasi khusus tahun 2020 ini sebanyak 2.390 orang.

“Semua tim sudah bekerja validasi dan verifikasi data,” ujarnya.

Selain itu Alex mengungkapkan, pengumpulan data calon ASN formasi khusus tahun 2020 itu sudah di tanda tangani Bupati Jayapura Mathius Awoitauw beberapa waktu yang lalu.

“Kemudian data ini juga sudah kami serahkan ke BKD Provinsi Papua,” ujarnya.

Kendati demikian, daftar CPNS formasi khusus tahun 2020 itu, berdasarkan permintaan BKN dan MenPANRB harus dijabarkan ke dalam peta jabatan maupun peta analisis beban kerja.

“Untuk sementara ini kita lagi kerja, peta jabatan sudah selesai dari pihak instansi tata laksana. Kemudian secara rinci analisis beban kerja itu, dari dua OPD yang besar itu tenaga fungsional Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sehubungan dengan itu, Alex juga menyampaikan, sejauh ini pihaknya belum memastikan berapa jumlah pasti tenaga yang direkrut untuk masing-masing formasi tersebut. Pihaknya menegaskan untuk data honorer sudah final dan sudah diserahkan ke BKD Provinsi Papua.

“Kami belum kalkulasikan dia, baik tenaga guru, kesehatan dan umum. Yang jelas sampai hari ini tenaga guru masih yang terbanyak, kemudian diikuti oleh jumlah tenaga kesehatan,” ungkapnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here