Diguyur Hujan, Upacara HUT ke 75 PGRI dan HGN 2020 di Kabupaten Jayapura Berlangsung Khidmat

0
157
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, pimpin upacara peringatan HUT ke- 75 PGRI dan HGN Tahun 2020. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-75 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 tingkat Provinsi Papua yang dipusatkan di Kabupaten Jayapura berlangsung khidmat, di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (25/11/2020).

Meskipun saat upacara berlangsung diguyur hujan, hal tersebut tidak menyurutkan antusias para peserta mengikuti upacara hingga selesai.

Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, serta dihadiri juga oleh Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro, Ketua PGRI Provinsi Papua Dr. Nomensen ST. Mambraku, Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokay, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, unsur Forkompimda dan beberapa Kepala OPD dilingkup Pemkab Jayapura serta Ketua-ketua PGRI Kabupaten/Kota se- Provinsi Papua.

Sebelum upacara berlangsung, dilaksanakan juga pembacaan sejarah singkat PGRI oleh pengrus PGRI Papua.

Memang sedikit berbeda dalam upacara ini, karena Mathius Awoitauw memimpin upacara disaat hujan lebat. Meskipun diguyur hujan lebat, namun Mathius sempat beberapa menit berdiri di lapangan upacara sebelum dipayungi dan pembawa acara mempersilahkan Mathius ke podium utama yang ada pelindung viber diatasnya hingga usai pelaksanaan upacara.

Bahkan baju PGRI berwarna hitam putih yang dipakai Mathius tampak basah kuyup.

Ada sedikit kontras, karena disaat Bupati sempat beberapa menit kebasahan karena kehujanan hingga disarankan pindah ke podium utama, beberapa guru peserta upacara tampak memakai payung untuk melindungi diri mereka masing-masing. Tapi, Mathius tampaknya tidak mempermasalahkan itu.

“Diharapkan peran serta guru mampu menciptakan generasi muda Papua yang hebat dan handal,” kata Mathius Awoitauw kepada wartawan usai pelaksanaan upacara HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2020, di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (25/11/2020).

Dia mengharapkan bagaimana peran serta guru dalam mengarahkan terhadap pembinaan karakter sejak usia dini dan usia-usia Sekolah Dasar (SD). “Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi muda Papua yang hebat dan berkarakter, untuk membangun tanah Papua yang lebih maju,” katanya.

Selain itu, Mathius juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh guru di tanah Papua yang merayakan HUT PGRI ke- 75, yang mana peran serta guru cukup sentral dalam mendidik maupun mengubah karakter dan gaya hidup manusia di tanah Papua.

“Oleh karena itu, saya minta para guru dapat memaknai peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional sebagai refleksi apakah guru sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi anak didiknya,” tukas Mathius Awoitauw.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Papua Dr. Nomensen S. T. Mambraku memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura yang bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan HUT PGRI ke- 75 dan Hari Guru Nasional tahun 2020.

PGRI adalah mitra kerja pemerintah, di mana kemajuan pendidikan di tanah Papua tidak berkembang kalau tidak melibatkan pemerinta. Dengan demikian, PGRI Papua mengucapkan terimakasih kepada Pemda Kabupaten Jayapura.

“PGRI adalah lembaga atau institusi resmi yang di akui oleh pemerintah untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Oleh karena itu, beberapa hal yang kita lakukan pada masa Covid-19 ini di daerah yang masih zona merah di lakukan pendidikan virtual atau jarak jauh. Tetapi, di daerah zona hijau seperti di Kabupaten Jayapura tetap di lakukan tatap muka,” tuturnya.

Setelah berakhirnya pandemi Covid-19, lanjut Nomensen Mambraku mengatakan, proses belajar secara virtual atau jarak jauh akan menjadi kebutuhan. Sistem belajar menggunakan IT merupakan suatu kebutuhan yang harus dilaksanakan smart planning, sehingga guru maupun anak didik tidak lagi kaku terhadap pembelajaran menggunakan teknologi IT.

Setelah pelaksanaan upacara, dilakukan pemberian penghargaan kepada guru purna bakti, pengumuman pemenang lomba kreatifitas guru SD, SMP dan SMA. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here