Wakil Wali Kota Rustan Saru : Rumah Susun Dok IX Kota Jayapura Akan Diperbaiki

0
339
PERTEMUAN WAKIL WALIKOTA DENGAN PENGHUNI RUSUN DOK IX Kota Jayapura. (HUMAS)

JAYAPURA (LINTAS PAUA) –  Wakil Walikota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM melakukan pertemuan dengan masyarakat penghuni rumah susun (rusun) Dok 9, untuk membahas rencana dilakukannya perbaikan di rusun tersebut, Senin, 16 November 2020.

“Sampai hari ini rusun belum dikelola dengan baik padahal ini aset pemerintah kota, 96 kamar yang ada belum menyetor pembayaran kepada pemerintah kota. Untuk itu pertemuan ini untuk membahas hal tersebut, kami ingin di 2021 setelah rusun diperbaiki beberapa komponen yang mengalami kerusakan seperti, atap bocor, kamar mandi dan beberapa  instalasi air bersih yang perlu diperbaiki, masyarakat menyetor kewajibannya kepada pemkot, kami berharap adanya kerjasama dari semua penghuni rusun ini,” ujar Wakil Walikota.

Dikatakannya, nantinya rusun tersebut akan dikelola pihak ketiga dengan fasilitas yang lebih baik termasuk adanya pengamanan dan petugas kebersihan, agar rusun lebih tertata rapi, tertib dan menjadi hunian yang aman dan nyaman, sehinggga aset milik pemerintah kota Jayapura ini bisa dimanfaatkan dengan baik.

RUSUN YANG MERUPAKAN ASET PEMERINTAH KOTA JAYAPURA

Mengenai nilai harga per kamar yang harus dibayar penghuni menurutnya, saat ini masih dalam tahap pembahasan setelah adanya peraturan baru Walikota untuk menangani rusun. “Dari 2010 sampai sekarang belum pernah ada penyetoran, diharapkan nantinya nilai harga per kamar tidak terlalu besar dan bisa dijangkau oleh masyarakat penghuni rusun,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris RT setempat, Anton mengungkapkan, warga tidak keberatan untuk membayar tetapi mereka meminta pemerintah kota untuk memperhatikan kondisi rusun termasuk air bersihnya.

“Fasilitasnya tolong diperhatikan, atap yang bocor tolong diperbaiki, masyarakat pakai air sumur bor jadi harapannya ada air bersih PDAM. Kalau masalah pembayaran saya rasa warga tidak keberatan yang penting sesuai dengan standar. Dulu awalnya kami bayar 350 ribu di lantai 1, di lantai 2 300 ribu dan seterusnya semakin keatas semakin murah, jadi harapannya tetap harganya seperti awal jangan naik. Dulu kami bayar tetapi setelah ada kerusakan tidak pernah ada perbaikan, akhirnya kami warga tidak mau lagi membayar,” tuturnya. (Humas)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here