Ortis Kreutha, Calon Kakam Doyo Baru: Punya Ide Kreatif, Fokus Pada Penataan Tata Ruang Kampung

0
281
Calon Kepala Kampung Doyo Baru, Ortis Kreutha saat diwawancara di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (20/11/2020). (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Menjelang Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Serentak 2020 dalam lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, sejumlah tokoh yang berniat maju dalam Pilkakam tahun 2020 ini mulai bermunculan.

Salah satunya di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Ortis Kreutha seorang tokoh muda yang sangat dikenal di tengah masyarakat Sentani, Kampung Doyo Baru khususnya, juga ikut serta dalam ajang Pilkakam 2020 untuk Kampung Doyo Baru.

Saat ditemui awak media, di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (20/11/2020) siang Ortis Kreutha mengatakan bahwa, ke ikut sertaannya dalam Pilkakam ini bukan semata-mata kehendak pribadinya. Namun, dukungan dari sebagian besar warga Kampung Doyo Baru yang menginginkan dirinya ikut serta.

Selain itu, karena dirinya melihat selama ini tata kelola pemerintahan kampung, pelayanan kepada masyarakat di Kampung Doyo Baru yang belum maksimal.

“Warga juga berharap agar adanya kemajuan dalam pembangunan kampung mendatang. Sebagian masyarakat meminta saya untuk ikut mencalonkan diri untuk menjadi Kepala Kampung dan berharap Kampung Doyo Baru akan mengalami kemajuan. Hal-hal inilah yang kita lihat, untuk itu kepala kampung yang baru nantinya harus betul-betul melihat hal ini secara baik. Misalnya, tata kelola pemerintahan kampung harus baik, pelayanan di kampung harus baik dan masyarakat harus terpuaskan dengan pelayanan pemerintahan kampung tersebut,” kata Ortis Kreutha.

“Nah, dari situlah saya melihat apa yang sudah terjadi lewat kepala-kepala kampung sebelumnya bahwa, sangat-sangat tidak memuaskan pelayanan terhadap masyarakat di kampung. Sehingga saya mengambil sikap untuk maju dalam pemilihan kepala kampung Doyo Baru untuk periode 2020-2026,” tambahnya.

Selain itu, Ortis Kreutha mengatakan dengan tegas, jika terpilih menjadi Kepala Kampung Doyo Baru nantinya, dirinya siap fokus pada penataan tata ruang Kampung Doyo Baru, Distrik Waibhu. Serta siap secara transparan dalam penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Alokasi Dana Kampung (ADK) dan mengupayakan pembangunan kampung yang berkeadilan.

Sekilas tentang Ortis Kreutha yang telah tiga kali mencalonkan diri sebagai peserta atau calon Kepala Kampung Doyo Baru, sejak tahun 2010 itu sempat menang, tetapi hasilnya di batalakan, kemudian maju untuk kedua kalinya pada tahun 2013 namun kalah tipis selisih suara dan saat ini merupakan kali ketiga Ortis Kreutha menjadi kontestan pada Pilkakam Doyo Baru yang akan dihelat pada tanggal 30 November mendatang, sehingga dirinya optimis untuk memenangkan pemilihan kepala kampung mendatang. Ditanya mengenai niat dirinya untuk kembali mencalonkan diri, dikarenakan sektor pembangunan yang sama sekali belum menyentuh ke masyarakat.

“Kita perlu tahu perkembangan Doyo Baru disebut dengan dunia mini (miniatur dunia), dimana di Doyo Baru ini ada orang Korea, Jepang, Amerika dan Filiphina. Jadi kita bukan bicara Nusantara mini saja, tapi dunia mini atau miniatur dunia juga ada di Doyo Baru,” katanya.

Sehingga Ortis menambahkan Kepala Kampung yang terpilih nanti dapat melihat ini, dimana tata kelola pemerintahannya harus baik, pelayanannya harus baik, sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan publik yang di lakukan oleh pemerintahan kampung yang akan terpilih nantinya.

“Itulah saya lihat apa yang sudah terjadi dari kepala – kepala kampung sebelumnya bahwa, sangat tidak memuaskan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga saya mengambil sikap untuk maju dalam bursa pemilihan Kepala Kampung Doyo Baru mendatang,” ujarnya.

Disisi lain, tutur Otis Kreutha, niatnya maju sebagai calon Kepala Kampung Doyo Baru periode 2020-2026 ini dengan visi adalah terbangunnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, terbebas dari korupsi dan manipulasi, serta pelanggaran lainnya.

“Misi saya tersebut, terwujudnya kepuasan pelayanan yang baik bagi seluruh lapisan masyarakat yang ada di Doyo Baru, itu visi saya,” ujarnya.

Ketika tata pengelolaan pemerintahan itu di lakukan dengan baik di Kampung Doyo Baru, terang Otis maka semua pelayanan publik kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan masyarakat merasa puas dan semuanya tersentuh dengan pelayanan.

“Hal-hal ini yang saya lihat, sehingga saya maju bertarung dengan 6 orang rekan saya pada tanggal 30 November mendatang, kita akan bertarung. Banyak hal yang harus kita perbaiki, kampung ini tidak perlu di bangun, tetapi di perbaiki,” imbuhnya.

Sejak berdiri sebagai sebuah Kampung definitife Doyo Baru telah mencetak sejarah dengan dua kampung yaitu, Doyo Lama dan Doyo Baru dipimpin oleh 1 Kepala Pemerintahan Kampung, sehingga konsep dari pemikiran seorang Ortis Kreutha, melihat Doyo Baru yang telah di bangun oleh swasta.

“Maka konsep saya bertekad untuk merubah tata ruang kampung, perlu dibuat saat ini, sehingga perkembangan kampung tidak menjadi padat, usaha, BTN dan investor swasta semua harus ikut aturan tata ruang yang di atur pemerintah kampung, itu lah konsep saya,” andasnya.

Sekedar diketahui bahwa, Pemilihan Kepala Kampung Doyo Baru periode 2020-2026 akan di gelar pada tanggal 30 November 2020 mendatang dan akan di ikuti oleh 7 orang kandidat calon kepala kampung yang kesemuanya merupakan putra/putri terbaik Kampung Doyo Baru. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here