Raker II PGGK Keerom Soroti Kemitraan Pemerintah dan Gereja, Isu Miras Hingga Politik Uang Saat Pilkada

0
437
Suasana kegiatan Rapat Kerja II Persekutuan Gereja Gereja Keerom (PGGK) yang dilaksanakan, Selasa 10  November 2020. (Arief /LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Para pimpinan dan pengurua denominasi gereja yanga di Keerom yang tergabung dalam Persekutuan Gereja Gereja Keerom (PGGK) menggelar Rapat Kerja II PGGK di Gereja GKI Jemaat Eklesia Kampung Dukwia, Arso 8, pada Selasa (10/11/20).

Sedikitnya 60 orang pimpinan denominasi mengikuti Raker II kali ini yang juga dihadiri Pjs Bupati Keerom yang diwakili oleh Asisten I Setda Keerom, Daniel Pantja Passanda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, Karel Mambay, SE, MPd.K. Juga nampak Ketua PGGK yang juga ketua klasis GKI Keerom, Pdt. Frans Mambrasar, Pastor Krispinus Bidi (Dekenat Keerom), Pdt. Yulius Suprabekti (GBI), dll.

Dari Raker tersebut, dilakukan rapat evaluasi tentang program kerja yang telah atau belum dilaksanakan PGGK pada tahun sebelumnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan program kerja PGGK untuk dilaksanakan di tahun mendatang.

Atas digelarnya Raker II tersebut, Asisten I Setda Keerom, Daniel Pantja Passanda, menyampaikan apresiasinya karena program yang dibahas oleh PGGK kali ini tepat sekali jika disejalankan dengan program Pemkab Keerom yang sedang dalam agenda penyusunan perencanaan dan penganggaran kabupten.

‘’Gereja sebagai bagian dari masyarakat, diera pemberlakuan otonomi khusus menjadi kunci dan strategis. Belajar dari waktu sebelumnya, gereja menjadi bagian penting disaat yang sulit, ketika gereja ada ini menjadi bagian dari solusi dan pemecahan masalah. Gereja memiliki peran dalam pembangunan daerah,’’ujarnya.

Ia juga berharap gereja perlu terus membangun sinergitas bukan saja di kalangan gereja tapi juga umat beragama lain yang ada di Keerom. ‘’Gereja juga kami mohon terus menyampaikan upaya upaya pencegahan Covid-19 dan juga menyampaikan umat untuk ikut berperan dengan menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada 9 desember mendatang,’’pungkasnya.

Sementara itu Ketua PGGK, Pdt. Frans Mambrasar, STh, menerangkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi sorotan pimpinan denominasi gereja melalui Raker II kali ini. Diantaranya perlu ditingkatkannya kemitraan antara gereja dan juga lembaga agama lain dengan pemerintah, perlunya perhatian terhadap pemberantasan / pelarangan Miras, perhatian kepada masyarakat adat dan juga perhatian terhadap Pilkada pada 09 desember mendatang.

‘’Kami meminta pemerintah untuk memberikan perhatian dan peningkatan kemitraan dengan lembaga agama, bukan saja gereja tapi juga islam dan hindu. Untuk kegiatan kali ini diikuti 18 denominasi gereja dan 2 denominasi yang akan menyusul, kita berharap kemitraan ini untuk memperkuat iman warga dan mengokohkan dan mempererat hubungan oikumene gereja dan penatalayanan gereja bagi umat,’’ujarnya.

Terkait dengan Miras, ia pun menyampaikan pesan agar pemerintah memiliki perhatian khusus. ‘’Dua hari lalu, ada kecelakaan karena miras dan dua orang meninggal, dan ini harus jadi perhatian pemerintah dan tokoh adat. Harus kita akui pos adat membuat anak anak mudah dapat uang dan mudah dapat miras, ini perlu diatur dalam perda bersama pemerintah untuk menlindungi anak asli keerom,’’pesannya.

Sementara terkait Pilkada, ia mengingatkan agar seluruh umat beragama dan selruh masyarakat Keerom untuk berpartisipasi dengan menyalurkan hak pilihnya pada tanggal 09 desember mendatang. ‘’Kami menyarankan agar pemilih untuk marilah kita tentukan anak-anak terbaik untuk memimpin negeri ini, jaga hak kesulungan anak negeri sebagai anak adat, juga kita ingatkan jangan ada money politik, kepada KPU dan Bawaslu saya minta untuk benar benar menjaga agara kecurangan jangan banyak terjadi pada Pilkada kali ini,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here