Dukung Ekonomi Pelosok Pusat Grosir Otakwa & Manasari Beroperasi

0
323

TIMIKA (LINTAS PAPUA)- Upaya memudahkan masyarakat di Kampung Otakwa dan Manasari dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan barang-barang, PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) secara resmi membuka pusat grosir dan kios di Kampung Otakwa dan Manasari, yang berada di Distrik Mimika Timur Jauh, pada Jumat (13/11/2020) lalu.

Melalui program pengembangan ekonomi yang bermitra dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Keuskupan Timika, pembukaan pusat grosir dan kios ini untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di wilayah Mimika TimurJauh yang mayoritas adalah masyarakat suku Kamoro, dan juga sebagai realisasi program pengembangan ekonomi oleh PTFI dalam upaya mengembangkan ekonomi masyarakat.“Tentu kami dari perusahaan berharap hal ini bisa berjalan baik, kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat terpenuhi, beberapa kebutuhan lain seperti BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk perahu boat, juga bisa didapatkan disini, karena selain kios juga ada Pom Mini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untukmasyarakat.” jelas Soni Zonggonao, SuperintendentCommunity Economic Development, mewakili Manajemen PTFI yang hadir dalam kegiatan peresmian pusat grosir diManasri dan Otakwa.

Pembangunan pusat grosir dan kios di dua kampung di wilayahMimika Timur Jauh sengaja dipilih untuk memudahkanmasyarakat di wilayah pesisir dalam memenuhi kebutuhanekonomi tanpa perlu pergi jauh ke kota Timika yang menghabiskan banyak waktu dan biaya juga untuk menghindariresiko di perjalanan. Pembanguanan pusat grosir di kampung inijuga sebagai bagian dari komitment PTFI dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menjadikan Otakwasebagai pusat ekonomi di wilayah Timur yang manfaatnya akanmelayani masyarakat dari distrik Agimuga, distrik Jila, dankampung kampung di sekitar distrik Mimika Timur Jauh.

Pusat gorsir dan kios ini menjual barang-barang keperluansembako, sarana nelayan (jaring, cooler box, motor tempel, ketinting) material bangunan, benda rohani, es batu, alat alatsekolah, pakaian, hingga bahan bakar.

Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagamemengungkapkan dengan dibangunnya pusat grosir dan kios inisudah sejalan dengan apa yang direncanakan pemerintah, yaitupemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi kampung. “Makadari itu pemerintah daerah sangat mendukung didirikannya kioskampung ini. Dengan bantuan dari Freeport yang berkolaborasidengan Gereja Katolik Keuskupan Timika dalam program ini, saya yakin kedepannya akan menjadi lebih baik. Masyarakatsaya di kampung ini bisa memenuhi kebutuhan keseharianmereka dengan harga yang sama dengan di tempat lain (di kota), semua yang mereka butuhkan ada disini.” Ungkap Yulius.

Benyamin (Beny) Meo, selaku Pimpinan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) menjelaskan, ”Kami dari KMBL adalahperpanjangan tangan dari Gereja Katolik Keuskupan Timika, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memeliharakampung. “Kedepannya untuk menjual hasil tangkapan ikanjuga tidak perlu jauh-jauh dibawa ke pedagang di kota, kami di kios siap membeli dengan harga yang sama dengan tempat lain. Masyarakat bisa bawa hasil tangkapan ikan, karaka dan lain-lain, kami siap menampungnya.” kata Beny Meo.

Peresmian pusat grosir dan kios ini diawali dengan pemberkatanoleh Pastor Stefanus Sabinus dari Paroki Mapurujaya, dilanjutkan dengan gunting pita yang dilakukan bersama olehKadistrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame,ValentinusMitowo, bersama masyarakat setempat.

(PT FREEPORT INDONESIA)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here