Sekda Hanna Hikoyabi : Selama Pandemi, Sejumlah Pembangunan Fisik di Kabupaten Jayapura Tidak Dijalankan

0
222
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, saat diwawancara. (Irfan LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pandemi Covid-19 menyebabkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura harus menunda sejumlah program pembangunan (pekerjaan fisik) salah satunya Jalan Alternatif Telaga Ria menuju Yabaso yang sebelumnya direncanakan menjadi pengerjaan prioritas 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi mengatakan, dampak Covid-19 Pemkab Jayapura terpaksa harus menunda pembangunan fisik seperti Jalan Alternatif Telaga Ria-Yabaso.

Sebelumnya, pembayaran jalan alternatif Telaga Ria-Yabaso untuk tanaman tumbuhannya sudah dibayarkan. Namun tinggal luas jalannya yang belum dibayarkan.

“Sejumlah pembangunan fisik yang tidak berjalan ini disebabkan karena minimnya anggaran yang dimiliki oleh Pemkab Jayapura,” katanya kepada wartawan di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (6/11/2020).
“Selama masa pandemi Covid-19 ini, program pembangunan fisik di Kabupaten Jayapura tersendat. Karena ada beberapa pekerjaan-pekerjaan fisik yang tidak bisa berjalan baik, bahkan ada yang kita pending,” tambah Sekda Hanna Hikoyabi.

Dirinya mencontohkan dari beberapa program pekerjaan fisik yang dibatalkan salah satunya terkait dengan pembayaran ganti rugi jalan alternatif menuju daerah Yabaso. Yang mana, sebelumnya sudah dianggarkan untuk dibayarkan pada tahun 2020. Namun karena terjadinya Covid-19, pemerintah mengalihkan penggunaan anggaran itu untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang dianggap lebih urgent dan lebih diutamakan untuk dilaksanakan.

“Misalnya, pembayaran jalan alternatif Telaga Ria sampai Yabaso. Tanaman tumbuhannya sudah dibayar, tapi tinggal luas jalannya belum dibayar. Karena uang yang tersedia kita limpahkan ketahun depan,” ujarnya.

Meski tidak disebutkan semuanya secara detail program-program kerja yang dibatalkan atau di pending pelaksanaannya, namun pemerintah mengakui adanya program kerja yang tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid-19 ini yang berdampak pada minimnya ketersediaan anggaran.

“Kami memastikan bahwa selama pandemi Covid-19 ini ada yang tidak berjalan maksimal,” ungkap Hanna Hikoyabi diakhir wawancaranya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here