Kader NU Dipersilahkan Tentukan Sikap Untuk Memilih Bupati Keerom

0
387

Pimpinan PWNU Provinsi Papua, Toni Wanggai, saat mengukuhkan PCNU Kabupaten Keerom pada suatu acara pelantikan yang dilaksanakan di Gedung Pramuka pada Sabtu (8/11/20) kemarin. (Arief /LPC)

 

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Keerom dan WMC se-Kabupaten Keerom Dilantik Sabtu Kemarin

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Sebagai organisasi yang besar bahkan terbesar di Indonesia termasuk di Keerom, maka Nahdatul Ulama tentunya tak bisa menghindari banyak kadernya yang bakal terlibat dalam kegiatan sosial, politik dan kemasyarakatan termasuk di momen Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Keerom tahun 2020 kali ini.

Namun PCNU Kabupaten Keerom menegaskan bahwa sikap politik pada Pilkada kali ini adalah mereka akan bersikap netral. Hal ini seperti dikemukakan oleh Ketua Wilayah PWNU Provinsi Papua, Dr. H. Toni VM Wanggai, SAg, MA, dan Ketua PCNU Kabupaten Keerom, Moh. Dimyati, SPd.I, dalam suatu kesempatan usai kegiatan pelantikan PCNU dan MWC Nu se-Kab Keerom yang dilaksanakan Sabtu (8/11/20) kemarin di Gedung Pramuka, Asyaman, Keerom.

Ketua PCNU Keerom, Moh. Dimyati, SPd.I, saat diwawancara. (Arief /LPC)

Ketua PCNU Keerom, Moh. Dimyati, SPd.I pada kesempatan wawancara kepada wartawan mengemukakan bahwa konsep pelantikan PCNU Keerom yang diselenggarakan bersamaan atau serentak dengan pengukuhan 6 MWC NU tingkat distrik se-Kab Keerom adalah untuk menyatukan dan meneguhkan hati bagi warga NU untuk meningkatkan uquwah islamiyah dan uquwahbasariyah bagi nahdiyin di Keerom.

‘’Kita ingin NU sebagai organisasi islam besar bukan saja di Indonesia bahkan dunia, maka kehadirannya di Keerom kita ingin jadikan satu NU untuk tujuan yang sama, program yang sama, untuk berkontribusi bagi kabupaten Keerom,’’ungkapnya.

Untuk itu sebagai bentuk kontribusi, maka NU Keerom meminta bagi seluruh kadernya untuk berperanserta melaksanakan hak pilihnya pada Pilkada Keerom tahun 2020 yang akan digelar tanggal 09 desember mendatang.

‘’Semua kader NU Keerom harus memilih, tidak boleh untuk tidak memilih. Memilih siapa? NU menyerahkan sepenuhnya kepada kadernya untuk memilih siapa saja yang dianggap baik dan mampu menjawab amanah. Silakan siapapun yang dikehendaki asal dinilai sebagai Bupati yang bisa menjadi panutan,’’ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah PWNU Provinsi Papua, Dr. H. Toni VM Wanggai, SAg, MA, mengemukakan bangga dan bersyukur atas semangat luar biasa yang ditunjukkan kader NU di tapal batas negeri yaitu Keerom.

Pimpinan Wilayah PWNU Provinsi Papua, Dr. H. Toni VM Wanggai, SAg, MA. (Arief /LPC)

‘’NU di tapal batas hari ini telah menunjukkan adalah sebagai salah satu benteng NKRI dari radikalisme, terorisme dan separatism dan sangat membantu pemerintah Keerom, Papua dan pusat terhadap persoalan kamtibmas di Keerom dan Papua umumnya,’’terangnya.

Menjelang Pilkada, PCNU juga memilih sikap netral. ‘’Tak memiberikan dukunga politik kepada siapapun, sehingga NU bisa bekerja dengan baik dengan siapapun. Untuk Pemkab Keerom kedepan kami harapkan perhatiannya terhadap organisasi agama, FKUB dan organisasi keagamaan lainnya karena  mereka telah menunjukkan mampu membangun kedamaian dan keamanan serta toleransi di kabupaten Keerom ini. Karena tanpa kedamaian, aman dan toleransi tak mungkin pembagunan bisa berjalan,’’pungkasnya.

Pada kesempatan pelantikan tersebut, hadir Pjs Bupati Keerom yang diwakili asisten III, Kapolres Keerom yang diwakili Kasat Bimmas, Ketua MUI Keerom, Ketua FKUB Keerom dan para paslon yang diundang namun hanya calon Wakil Bupati dari nomor urut 2 yang hadir, yaitu Kyai. H. Wahfir Kosasih, SH, MH, MSi.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Kegiatan, Enang Sutrisno, juga menyampaikan laporan bahwa kegiatan tersebut, selain pelantikan PCNU Keerom yang dilakukan langsung oleh Pimwil PCNU Provinsi, juga dilakukan pelantikan musyawarah wakil cabang (MWC) NU tingkat distrik se-kab. Keerom.

‘’Tema kegiatan pelantikan kali ini  adalah Satukan Tekad untuk Memantapkan Roda Organisasi, dengan maksud dan tujuan untuk menetapkan dan mengesahkan kepengurusan struktur baru sebagai proses regenerasi organisasi NU serta untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk memantapkan kerja structural dan kultural NU Kab Keerom masa khidmat 2019—2024,’’jelasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here