Gregorius Okoare Apresiasi Peran PT. Freeport Bangun SDM Papua Melalui Institut Pertambangan Nemangkawi

0
182

TIMIKA (LINTAS PAPUA) – Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (LEMASKO), Gregorius Okoare memberikan rekognisi atas peran PTFI melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN)terhadap peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia Papua, sehingga banyak anggota masyarakat yang dapat terlibat dalam bekerja di lingkungan perusahaan, baikPTFI maupun kontraktornya.

Sejak IPN dibuka tahun 2003, tercatat 91% pesertanya adalahorang asli Papua. Hingga thn 2020 IPN sudah meluluskan lebih dari 3.900 siswa, dan 2.700 orang diantaranya telah bergabung bersama PTFI.

“Saya sangat mengapresiasi sekali dengan adanya IPN. Kami minta kepada pimpinan Freeport agar program ini jangan putus dan bisa berkesinambungan dan berjalan dengan baik. IPN telah mencetak generasi asli Papua yang unggul dan memiliki daya saing serta siap turun di dunia kerja maupun dunia usaha,” ujar Gregorius Okoare.

Hingga 2020, IPN telah meluluskan lebih dari 3.900 siswa (5% diantaranya adalah siswa perempuan), dengan lebih dari 2.700 di antaranya telah bergabung dan berkarya di PTFI. Di masa mendatang, PTFI berharap akan semakin banyak putra dan putri Papua yang mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di IPN dan berkiprah dalam memajukan industri pertambangan dalam negeri.

“Program pendidikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang kami perkuat dengan program pengembangan karakter, membuat IPN dapat terus mencetak generasi muda Papua yang tidak hanya kompeten dan unggul di bidang pertambangan, namun juga memiliki karakter profesional dan berdaya saing di tingkat nasional dan internasional. Kami berharap apa yang kami lakukan ini mampu meningkatkan kualitas SDM Papua dan berkontribusi bagi persiapan bangsa ini menyambut bonus demografi tahun 2030,”  kata Direktur IPN,  Soleman Faluk.

Sebagaimana, sebelumnya PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berupaya meningkatkan daya saing sumber daya manusia Papua untuk menyambut bonus demografi Indonesia pada tahun 2030. Salah satu program yang terus berjalan adalah penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat Papua melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) sebagai lembaga pendidikan vokasi non-formal, sekaligus pelopor pengembangan standarisasi tes penilaian kerja di Papua.

Dibangun oleh PTFI pada tahun 2003, IPN berfokus pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter dengan 91% siswanya merupakan siswa asli Papua. Beberapa program utama di IPN antara lain pelatihan kompetensi dasar (literasi),program MBA bagi karyawan bekerja sama dengan SekolahBisnis IPB, magang untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan, Papuan Sustainable Human Capital untuk meningkatkan kemampuan dasar dan kedisiplinan kerja, serta pelatihan kepemimpinan. (CorCom PTFI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here