BPKAD Keerom Launching Aplikasi E-SIMAS HIBAH BANSOS

0
301

Sekda Keerom, Blasius Waluyo Sejati dan Kepala BPKAD Keerom, Trisiswanda Indra N serta Inspektur Keerom, Vincen Jehandu saat melakukan launching aplikasi ‘E-SIMAS HIBAH BANSOS’ di Aula Kantor Bupati Keerom, Kamis (5/11/2020). (Arief /LPC)

Setelah Dilaunching, Masyarakat Diminta Pantau dan Awasi Pelaksaanaan Bantuan Hibah Bansos

KEEROM — Kepala BPKAD Keerom, Trisiswanda Indra N menggemukakan sebagai bagian dari proyek perubahan yang dilakukan di BPKAD Keerom dan bagian dari tugasnya sebagai peserta sekolah PKN II, maka ia mengenalkan aplikasi untuk memantau segala hal terkait Bansos (Bantuan Sosial) yang ada di Keerom yang pelaksanaannya dilakukan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Keerom.

Aplikasi E-Simas Hibah Bansos ini mulai diperkenalka kepada public pada acara Launching Aplikasi yang dipimpin Pjs Bupati Keerom yang diwakili Sekda Keerom, Blasius Waluyo Sejati. Acara launching ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Keerom, Jalan Trans Papua, Arso Kota, pada Kamis (5/11/2020).

Sekda Keerom, Blasius Waluyo Sejati, saat diwawancara. (Arief/LPC)

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Indspektorat Keerom, Vincensius Jehandu, para pimpinan SKPD dan para tokoh masyarakat dan tamu undangan lain. Mereka hadir untuk menyaksikan launching, dengan jumlah yang dibatasi sesuai protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

Acara launching ditandai dengan menyalakan aplikasi E-Simas Hibah Bansos yang diiringi dengan bunyi sirene. Kemudian dilanjutkan sesi pemaparan dari petugas E-Simas kepada masyarakat. Agar masyarakat tahu dan mendapatkan informasi yang lebih terbuka dan transparan, tentang siapa yang berhak mendapatkan bansos, bagaimana proses dan mekanismenya serta bagaimana pembuatan SPJ pertanggungjawaban dari pihak penerima.

Pjs Bupati Keerom yang diwakili Sekda Keerom, Blasius Waluyo Sejati, usai launching kepada media mengemukakan bahwa ia mengapresiasi atas launching aplikasi tersebut. Karena dengan adanya infomasi yang lebih terbuka dan transparan tentang Bansos akan membuat masyarakat semakin paham bagaimana nasib permohonan bantuan bansos mereka tidak ada informasi yang simpang siur.

‘’Launcing aplikasi ini menunjukkan keseriusan Pemkab Keerom yang digagas dan merupakan inovasi dari Kepala BPKAD Keerom, ini bukan semata memenuhi tugas beliau selaku peserta PKN II, tapi proyek perubahan yang dilakukan ini mengangkat permasaalahan-permasalahan yang sangat urgen di SKPD-nya untuk diangat sebagai proyek perubahan yang baru. Kita berharap ini bisa berjalan terus menerus, masyarakat makin paham dan tak ada lagi intervensi-intervensi yang tidak perlu,’’ungkapnya.

Sementara itu Kepala BPKAD Keerom, Trisiswanda Indra N, mengemukakan bahwa ide untuk melakukan proyek perubahan berupa Aplikasi E-Simas Hibah Bansos adalah sebagai jawaban atas keprihatinan adanya masalah-masalah Bansos yang muncul di Keerom.

‘’Dengan itu maka saya mencoba membuat system yang sifatnya online, kalau Perda dan Perbup itu ada namun aplikasi nya agak susash, dengan adanya aplikasi E-SIMAS BANSOS ini maka kita sudah saatnya mendidik masyarakat untuk melakukan permohonan sesuai aturan yang ada,’’ungkapnya.

Ia mencontohkan bahwa Bansos yang ada selama ini terkesan baru muncul setelah APBD disyahkan, hal ini yang menyebabkan timbulnya masalah-masalah. Namun dengan aplikasi yang ada ini, maka Bansos sudah bisa mulai dimasukkan ke program sebelum APBD Keerom disyahkan.

‘’Hal ini tentunya tidak sesuai dengan Permendagri 39 tentang pengelolaan Hibah Bansos, dimana penganggaran Hibah Bansos dimulai dari perencanaan penganggaran. Dengan adanya aplikasi ini, masyarkat bisa mulai mengajukannya secara online, bahkan bukan cuma proses perencanaan, tapi soal penganggaran, penetapan, penatausahaan, pencairan dan penyampaian SPJ juga diharapkan bisa melalui aplikasi ini,’’ujarnya.

Namun ia mengakui karena mepet waktu maka saat ini aplikasi masih berbasis Web. ‘’Namun kedepan nantinya akan menggunakan aplikasi smartphone. Saya tekankan masyarakat untuk gunakan aplikasi ini, dan ini ini saya memang saya percepat penggunaannya agar penyusuana RAPBD 2021 yang saat ini mulai dibahas bersama sudah bisa sesuai ketentuan yang ada dibantu aplikasi ini,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here