INTIM DENGAN TUHAN

0
397

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Selasa 3 November 2020

Bacaan Setahun:
Mzm. 80
Yeh. 19-20

INTIM DENGAN TUHAN
“Aku tidak lagi menyebut kamu hamba karena hamba tidak tahu apa yangdilakukan oleh tuannya. Akan tetapi. Aku menyebut kamu sahabat karena semua yang Aku dengar dari Bapa, telah Aku beritahukan kepadamu.”Yohanes 15:15

Beribadah (dalam pertemuan-pertemuan perkumpulan orang-orang percaya) dan bersekutu dengan Tuhan adalah dua hal yang berbeda. Orang Kristen boleh beribadah dengan rajin kepada Tuhan, namun di mata Tuhan ukurannya ternyata bukan rajin beribadah tetapi bersekutu dan intim dengan Tuhan.

Allah rindu kita memiliki hubungan yang intim dengan-Nya. Dia ingin kita menjadi sahabat-Nya, yang mengerti keinginan-Nya. Dari hubungan yang intim dengan-Nya itulah akan lahir perkara-perkara besar. Inilah yang seharusnya menjadi prioritas utama kita. Melalui keintiman dengan Allah, Dia akan memberitahukan segala sesuatu (Amos 3:7).

Hanya orang yang dekat dengan Tuhanlah yang bisa mengerti isi hati-Nya, pikiran-Nya dan kerinduan- kerinduan-Nya. Allah tidak segan-segan memberitahukan segala sesuatu kepada orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Panggilan ‘tertinggi’ yang ditulis dalam Perjanjian Baru adalah bukan panggilan melayani di gereja, memberi persembahan, menyanyi, melainkan panggilan untuk bersekutu dengan Tuhan Yesus. Bersekutu adalah berdoa. Dalam bahasa Ibrani Perjanjian Lama, kata doa memiliki arti yang luar biasa, yaitu ‘mengusap wajah Tuhan’.

Perhatikan anak-anak balita! Mengapa mereka punya kebiasaan senang mencari sesuatu di muka orang tuanya dengan mengusap wajahnya ketika orangtuanya mau menidurkan mereka? Ini yang dikehendaki Tuhan, yaitu mengusap wajah-Nya, bersekutu. Kebiasaan orang dalam berdoa, biasanya isi doanya kalau tidak melapor ya meminta, kalau tidak meminta ya melapor. Ini terjadi karena orang salah melihat.

Mereka melihat doa sebagai bagian dari ritual agamanya. Namun, kekristenan bukanlah sekedar agama. Oleh sebab itu, doa kita bukan cuma berisi permintaan dan laporan, melainkan juga keintiman. Tuhan Yesus berkata dalam Matius 6:6, “Tetapi jika engkau berdoa,masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada ditempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”.

Rasul Paulus dalam 1 Korintus 6:17 mengungkapkan, “Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia”. Seseorang yang mengikatkan dirinya dengan Tuhan, ia akan menyatu dengan-Nya. Jadi, doa bagi agama Kristen bukanlah formalitas ataupun sekedar ritual, melainkan penyerahan kepada Tuhan. Amin (AU)

Questions:
1. Apakah Anda mempunyai waktu-waktu intim dengan Tuhan?
2. Jika Anda belum punya, apa sebabnya? Jika sudah punya, apa yang Anda rasakan, saksikan.

Values :
Seseorang yang mengikatkan dirinya dengan Tuhan, ia akan menyatu dengan-Nya.

Kekristenan bukan soal ritual agama, melainkan sebuah hubungan intim dengan Tuhan Sang Pencipta.

“Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:”
__ 1 Pterus 2.9

Setiap kita sudah dipilih, dipanggil, dikuduskan dan dikhususkan untuk tujuan Ilahi, yaitu sebagai perwakilan / representasi dari Kerajaan Allah di muka bumi ini.

Terkadang kita mungkin merasa tidak cukup pantas, atau bahkan tidak bisa melakukan apapun. Akan tetapi Allah kita tidak pernah salah ketika memilih kita untuk menggenapi tujuan Ilahi yang Ia rancangkan.

Walau terkadang sulit untuk memahami rancangan-Nya dalam kehidupan kita; SETIA dan TAAT merupakan langkah yang tepat yang dapat kita lakukan yang selanjutnya diikuti dengan BELAJAR. Ketika Allah memilih, maka Ia pula yang akan menyediakan, baik itu hikmat, pelajaran maupun kesempatan.

Kehidupan bukan tentang kita, melainkan tentang penggenapan rancanganNya di muka bumi ini. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here