Ungkap Kematian Pendeta Zanambani Polisi Lakukan Autopsi, Pihak Kelurga Minta Hadirkan TGPF

0
246
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyebutkan untuk proses autopsi direncanakan dilaksanakan dalam minggu ini, saat sekarang sedang dilakukan koordinasi terkait hal tersebut. Tampak Suasana Jumpa Pers. (Gracio /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kasus kematian pendeta Yeremias Zanambani akan segera didalami pihak kepolisian melalui autopsi jenazah.

Keluarga korban juga menyetujui jika polisi melakukan autopsi atas mendiang pendeta Yeremias Zanambani yang meninggal 19 September 2020 lalu dan telah dimakamkan.

Namun, pihak keluarga meminta TGPF dan Komnas HAM hadir dalam proses autopsi nanti. Sebab hingga kini, polisi masih Melakukan penyeledikan siapa pelaku atas kematian pendeta Yeremias Zanambani.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, menyebutkan untuk proses autopsi direncanakan dilaksanakan dalam minggu ini, saat sekarang sedang dilakukan koordinasi terkait hal tersebut.

Untuk itu kata Kapolda, perlu kerja sama antara polisi dan Pemerintah Daerah setempat dan para tokoh yang ada di Hitadipa untuk membantu proses autopsi berlangsung.

“Jangan sampai mendapat gangguan-gangguan dan itu tidak mengkin dilanjutkan, jadi ini merupakan jaminan dari kita semua,” kata Kapolda di dampingi Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab saat menyampaikan pers rilis di Mapolda Papua, Senin (2/11/2020) sore.

“karena kalau proses ini perlu ketenangan, kalau situasi baik maka kami akan laksanakan,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kemungkinan ada dua cara yang akan dilakukan tim setelah menggali kubur korban untuk dilakukan autopsi. “Pertama, setelah digali kuburnya, korban dibawa ke Timika, dan kedua akan dilakukan otopsi di tempat, nantinya kita lihat kondisi yang ada disana,” katanya.

Sementara Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, menegaskan jika hasil yang ditemukan tim di lapangan mengarah pada satuan TNI maka akan ditindak sesuai hukum yang ada.

“Apabila data yang ditemukan dilapangan menjurus misalnya kepada TNI yang melakukan pelanggaran itu ,kita tidak terlepas dari proses hukum,” katanya.
(Gracio)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here