Tujuan Deklarasi P5, Untuk Mengawal Keputusan Keputusan Pepera 1969

0
342

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw menghadiri Deklarasi Presidium Putra-Putri Pejuang Pepera (P5) serta pernyataan sikap komponen merah putih Papua-Republik Indonesia (KMPP-RI) di Pendopo Adat Ondofolo Yanto Eluay, Rabu (28/10/2020).

Dalam kesempatan itu, dirinya berpesan bagi pemuda berpikir hal-hal yang positif serta memberikan kontribusi untuk kemajuan di Papua.

“Kita membutuhkan pemuda, sebab mereka merupakan tongkat estafet dalam melanjutkan perjuangan bangsa ini, Pesan saya bagi pemuda pikirkan hal yang positif,” katanya.

Pendeklarasian yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda kata Mathius, semangat harus digelorakan serta menjaga persatuan dan kesatuan.

“Pemuda harus bisa mengembangkan dirinya lebih kreatif, untuk menjadi seorang pemimpin,”ujarnya.

Sementara Danrem 172/ PWY Brigjen TNI Izak Pangabean menuturkan, organisasi ini merupakan penerus cita-cita orang tua terdahulu yang yang telah memutuskan masa depan Papua.

“Jadi kita harus maknai Pepera ini terjadi bukan direncanakan tetapi karena rahmatNya. Tuhan merestui dan memberi tanda bahwa masa depan Papua, yang terbaik adalah bangsa Indonesia dan saat itu diputuskanlah Pepera,” katanya.

Dia menjelaskan, terbentuknya P5 untuk mengkonsultasikan cita-cita yang sudah di ukir orang tua terdahulu dan akan dihidupkan kembali untuk menjadikan kekuatan untuk mendorong pembangunan di Papua, untuk menyelesaikan konflik yang sampai hari ini masih tersisa.

Ditambahkan, pihaknya akan mengupayakan agar kondisi keamanan di Papua stabil, sehingga memungkinkan pembangunan di semua sektor.

“Tentunya P5 menjadi salah satu komponen yang merupakan kekuatan untuk mendorong upaya kami laksanakan keamanan di Papua,” ujarnya.

“Kami akan terus dampingi P5 sehingga semakin mampu bersama-sama kami TNI-Polri menciptakan stabilitas di Papua,” katanya menambahkan.

Ditempat yang sama Ketua Umum P5 Yanto Eluay mengatakan, anggotan yang ada dalam Organisasi ini terdiri dari anak cucu atau putra putri tokoh-tokoh Pepera sudah mencapai ratusan orang.

“Kami juga akan bentuk di semua Kabupaten, sehingga melalui wadah ini, kami juga siap membangun sinergitas dengan semua pihak termasuk TNI-Polri untuk menyelesaikan persoalan di Papua,” jelas Yanto.

Ketika sudah mendeklarasikan organisasi P5 kata Yanto, tujuan yang pertama adalah menjaga mengawal keputusan Pepera 1969.

“Kami juga ikut bertanggung jawab, bahwa Papua ini merupakan bagian dari NKRI, kuta bertanggung jawab apa yg terjadi di papua,” pungkasnya.
(Gracio / LINTASPAPUA.COM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here