Kabid Humas Polda Papua : Berita Penembakan Terhadap Seorang Ketekis Katholik di Kampung Jalae Itu Hoax

0
140
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menyebutkan kejadian itu tidak benar atau hoax. (Gracio /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Terkait beredarnya berita tentang penembakan seorang Katekis Katholik dan seorang anak di bawah umur mengalami kritis di Kampung jalae, Kabupaten Intan Jaya, Papua itu Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menyebutkan kejadian itu tidak benar atau hoax.

Dikatakan Kamal, kejadian sebenarnya adalah adanya Kontak tembak antara Tim gabungan TNI –Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker. “Atas kejadian tersebut satu orang dari KKB meninggal dunia dan diketahui bernama Rubinus Tigau, serta satu anggota KKB Hermanus Tipagau berhasil diamankan anggota gabungan dalam keadaan hidup,” jelas Kamal di Jayapura, Senin (26/10/2020).

Dia mengatakan, Tim melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku karena melakukan perlawanan dengan jumlah anggota sebanyak 50 orang. Satu orang Kelompok KKB yang meninggal Dunia dan satu orang yang diamankan tersebut, terlibat dalam penembakan tim TGPF. Penembakan dipimpin oleh Benny Mamoto pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu. Sehingga Bambang Purwoko (anggota TGPF) dan dua anggota TNI-AD terluka.

“Hasil penyidikan tim membawa petunjuk lokasi persembunyian 50 orang KKB kelompok Sabinus Waker. Tepat setelah penindakan, beredar narasi penembakan terhadap remaja katekisan. Diksi katekisan digunakan oleh KKB untuk menggiring opini berbasis agama. Padahal setelah dikonfirmasi pihak keluarga korban penembakan, remaja tersebut telah dengan sukarela bergabung dengan KKB. Pada penyerangan tersebut, remaja dipersenjatai mirip seperti strategi perang di Sudan,” ungkap Kamal.

Saat ini lanjut Kamal, korban sedang dirawat dan diusahakan yang terbaik untuk kesembuhannya sehingga dapat diambil kesaksian utuh atas kekejian kelompok KKB Sabinus Waker.

“Untuk anak kecil an. Meinus (6) yang terkena rekoset telah dievakuasi dan telah tiba di Kabupaten Mimika pada pukul 11.24 Wit dengan menggunakan Heli Polri Bell-412/P-3003 didampingi 2 orang keluarga dan 2 personel tim kesehatan TNI/Polri dipimpin Ipda dr. Amir,” katanya.

“Saat ini saudara Meinus (6) telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika,” ujar Kamal.

Ia menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita – berita yang belum jelas sumbernya, “mari kita bijak dalam bermedia sosial dan mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas di Tanah Papua ini agar tetap aman dan kondusif,” kata Kamal menambahkan. (Gracio/ lintraspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here