Hadiri Peringatan HUT KMA Ke-VII, JJO: Jangan Biarkan Adat dan Budaya Tersisih

0
123

Prosesi penjemputan Kepala Dinas kehutanan Provinsi Papua yang mewakili Bupati Jayapura dalam kegiatan peringatan Hari Kebangkitan masyarakat adat wilayah DAS Demutru, Sabtu (24/10/2020). (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura telah membangun komitmen yang begitu besar untuk pemberdayaan masyarakat adat melalui kebijakan Kebangkitan Masyarakat Adat (KMA) di Kabupaten Jayapura yang sudah di cetuskan Bupati Mathius Awoitauw sejak tahun 2013 lalu.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray, SH, M.Si, yang mewakili Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Kebangkitan Masyarakat Adat (KMA) Ke-VII yang dipusatkan di Distrik Nimboran, Sabtu (24/10/2020).

HUT KMA kali ini sedikit berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, karena tidak berlangsung secara bersamaan di pusat ibukota Kabupaten Jayapura. Tetapi, dilaksanakan secara sederhana di masing-masing Dewan Adat Suku (DAS). Misalnya, di DAS Demutru yang terdiri dari 3 wilayah distrik yakni, Nimboran, Namblong dan Nimbokrang yang melangsungkan kegiatan HUT KMA Ke-VII di Genyem, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa JJO itu mengatakan, momen kebangkitan adat pada tahun ketujuh ini memberikan gambaran kepada seluruh masyarakat adat yang ada di Kabupaten Jayapura, bahwa komitmen dari Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menempatkan adat dan jati diri masyarakat adat pada proporsi yang tinggi. Dimana penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Jayapura ini akan bertumpu pada masyarakat adat.

“Sehingga jangan biarkan adat dan budaya tersisih. Kebangkitan masyarakat adat adalah suatu kebijakan yang memberikan penguatan kembali mengenai peran masyarakat adat dalam kemajuan pembangunan,” katanya kepada wartawan di Genyem, Distrik Nimboran, Sabtu (24/10/2020).

Sehubungan dengan peringatan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura itu mengusung tema, “Adat Kuat, Ekonomi Meningkat, Jati Diri Terjaga”.

“Yang sesungguhnya masyarakat adat inilah yang memiliki kekayaan alam yang ada, hutan, tanah, air dan keterikatan mereka dengan seluruh sumber daya alam yang ada ini sangat kuat.

Karena itu dengan adanya peringatan hari ulang tahun masyarakat adat yang diselenggarakan tahun ini, prioritas Pemerintah Kabupaten Jayapura lebih kepada masyarakat adat.

Ini juga terkait dengan sumber daya alam yang dimiliki oleh masyarakat adat. Bagaimana mengelola, sumber-sumber kekayaan alam ini untuk meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat adat.

Karena kita menyadari bahwa, masyarakat adat ini sudah ada sebelum adanya pemerintah. Sebelum pemerintah formal ada masyarakat adat dengan tatanan adatnya, hukum adatnya, kaidah-kaidah adatnya sudah ada,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Nimboran, Marsuki Ambo mengaku peringatan tujuh tahun hari kebangkitan masyarakat adat di wilayah DAS Demutru berlangsung sederhana dan meriah.

Pihaknya berharap, tema yang diusung dalam kebangkitan masyarakat adat tahun ini sekiranya dapat memberikan dampak yang positif bagi kepada masyarakat adat khususnya para generasi penerus yang ada di kampung-kampung di Kabupaten Jayapura.

“Kami berharap pelaksanaan HUT kebangkitan masyarakat adat tahun ini bisa selaras dengan tema yang diusung oleh pemerintah. Yakni, adat kuat, ekonomi meningkat dan jati diri terjaga,” ungkapnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here