Diduga Palsukan Dokumen SPK, Mantan Karyawan PT.Rajawali Duta Pertiwi, Bakal Dipolisikan?

0
982
Kuasa Hukum PT.Rajawali Duta Pertiwi, Iriana Guna Setyati SH MH (kiri pertama), bersama Direktur PT.Rajawali Duta Pertiwi, Ibu Erna (kiri kedua), saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Papua. Richard (LPC)
Kuasa Hukum PT.Rajawali Duta Pertiwi, Iriana Guna Setyati SH MH (kiri pertama), bersama Direktur PT.Rajawali Duta Pertiwi, Ibu Erna (kiri kedua), saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Jayapura, Papua. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  — Diduga memalsukan dokumen Surat Perintah Kerja (SPK). Mantan karyawan PT.Rajawali Duta Pertiwi, berinisial (K). Bakal dipolisikan. Lantaran ia mengaku sebagai Direktur PT.Rajawali Duta Pertiwi. Sementara yang bersangkutan adalah sebagai seorang projeck kordinator di PT.Rajawali Duta Pertiwi.

Kuasa Hukum PT.Rajawali Duta Pertiwi, Iriana Guna Setyati, SH, MH, kepada wartawan, Sabtu (24/10/2020) di Jayapura, saat jumpa pers mengatakan, selaku tim kuasa hukum dari PT. Rajawali Duta Pertiwi telah melayangkan surat somasi kepada PT.Hotel Bersama Makmur tertanggal 3 Oktober 2020 dan surat somasi terakhir tertanggal 15 Oktober 2019.

“Maksud tujuan kami melayangkan surat somasi kepada pihak PT.Hotel Bersama Makmur agar  antara pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi bersama pihak PT.Hotel Bersama Makmur dapat menyelesaikan permasalahan secara musyawarah. Namun hingga kini, tidak ada iktikad baik dari pihak PT.Hotel Bersama Makmur. Untuk dapat bertemu dan bertatapan muka bersama clien kami dari pihak Direktur PT.Rajawali Duta Pertiwi,” kata Iriana Guna Setyati, SH, MH.

Sebut Iriana, permasalahan yang dialami oleh kliennya adalah terkait dengan pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Grand Suni Hotel Abepura, dimana pada awal sebelum mengikuti proses lelang/tender PT. Rajawali Duta Pertiwi diwakilkan oleh Sdr. Bambang Kisworo selaku Komisaris Utama berdasarkan dengan Akta Kuasa Nomor 95 dan 96, mewakili PT.Rajawali Duta Pertiwi untuk mengajukan dokumen-dokumen milik perusahan PT.Rajawali Duta Pertiwi untuk mengikuti proses lelang/tender yang diadakan oleh PT.Hotel Bersama Makmur terkait dengan pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Grand Suni Hotel Abepura.

“PT.Rajawali Duta Pertiwi telah menyerahkan dokumen terkait untuk mengikuti proses lelang/tender tersebut salah satu dokumen yang dilampirkan pada saat itu adalah company profile perusahaan PT. Rajawali Duta Pertiwi. Proses tender/lelang dilakukan Maret 2019.  Dan didalam company profile PT.Rajawal Duta Pertiwi, ada struktur organisasi yang terlampir didalam 1 bundel company profile yaitu, Direktur utama atas nama Erna, Komisaris Bambang Kisworo, Project Kordinator Ir. Kariman, Project Managar Setiono, Logistik Endang Sumani dan anggota lainnya,” sebut Iriana.

Akhir Maret 2019, lanjutnya, pengumuman lelang/tender diumumkan dan PT.Rajawali Duta Pertiwi memenangkan tender pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Grand Suni Hotel Abepura. Kemudian 1 April 2019, Komisaris PT.Rajawali Duta Pertiwi, Bambang Kisworo mendatangi pihak PT.Hotel Bersama Makmur untuk melakukan penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK).

Namun ternyata SPK Nomor : 005/HBM/III/2019 yang dibuat oleh PT.Hotel Bersama Makmur tertanggal 01 April 2019 telah dilakukan penandatangan oleh pihak pertama yakni Direktur PT.Hotel Bersama Makmur, berinisial (FM) dan pihak kedua bernama, berinisial (K) selaku Direktur PT.Rajawali Duta Pertiwi. Dan SPK Nomor : 005/HBM/III/2019 tetap dijalankan oleh pihak pertama dan pihak kedua. Sedangkan disaat melakukan penandatangan tersebut kedudukan atau status jabatan seseorang berinisial (K), didalam PT.Rajawali Duta Pertiwi. Hanya sebagai project kordinator bukan sebagai Direktur PT.Rajawali Duta Pertiwi.

Disamping itu, disaat melakukan penandatangan surat SPK tidak, yang bersangkutan seseorang berinisial (K), tidak mendapatkan surat kuasa dari Direktur PT. Rajawali Duta Pertiwi, yang dipimpin oleh Ibu Erna.

Dugaan pemalsuan SPK. Richard (LPC)
Dugaan pemalsuan SPK. (Richard /LPC)

“Pada saat penandangan surat SPK, pihak PT.Hotel Bersama Makmur, yang saat itu sebagai panitia lelang, apakah tidak membaca dokumen dari PT.Rajawali Duta Pertiwi yakni profile company milik PT.Rajawali Duta Pertiwi. Yang secara jelas didalam surat company profile terlampir akta milik PT.Rajawali Duta Pertiwi, dan susunan organisasi PT. Rajawali Duta Pertiwi. Dimana kedudukan seseorang berinisial (K), hanya sebagai project kordinator,” tegas Kuasa Hukum PT.Rajawali Duta Pertiwi, Iriana Guna Setyati, SH, MH.

Disingung soal mengapa surat SPK yang diduga palsu itu bisa muncul, sebut Kuasa Hukum PT.Rajawali Duta Pertiwi, awal mulanya sebelum terjadi proses tender, seseorang berinisial (K) telah bertemu dengan dua karyawan dari PT.Hotel Bersama Makmur, berinisial (N) dan berinisial (FY). Menurut infomasi dari orang berinisial (FY) bahwa antara orang berinisial (K) dan orang berinisial (N), serta orang berinisial (FY). Mereka sama-sama saling mengenal satu dengan lainnya. Kemudian seorang berinisial (N) menawarkan pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Grand Suni Hotel Abepura, karena seorang berinisial (K) tidak memiliki perusahaan sehingga orang seorang berinisial (K) meminta kepada Bambang Kisworo selaku Komisaris PT.Rajawali Duta Pertiwi untuk dapat mengikuti proses lelang tersebut, karena selama ini PT. Rajawali Duta Pertiwi bergerak dibidang outscorsing, kemudian seorang berinisial (K) berjanji akan membantu PT.Rajawali Duta Pertiwi dalam mengurus surat-surat perusahaan. Setelah semua dokumen sudah diurus, kemudian seorang berinisial (K) tanpa sepengetahuan PT.Rajawali Duta Pertiwi telah menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor:005/HBM/III/2019, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp. 25.630.000.000 (dua puluh lima milyar enam ratus tiga puluh juta rupiah).  

Penandatangan yang dilakukan oleh seorang berinisial (K) itu, diketahui oleh Direktur PT. Rajawali Duta Pertiwi. Namun seorang berinisial (K) tetap memberikan keyakinan kepada pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi, bahwa ini sudah terlanjur terjadi serta pasti didalam proyek ini akan mendapatkan keuntungan. Dan akhirnya pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi tetap menjaga nama baik yang selama ini telah terkenal. Namun disaat uang DP pertama sebesar Rp. 10%  keluar ditanggal 8 April 2019 orang berinisial (K) ini, yang mengatur pengeluaran keuangan DP 10% tersebut. Kemudian seorang berinisial (K) ini mengirimkan uang kepada orang berinisial (N) dan (FY) selaku karyawan dari PT.Hotel Bersama Makmur.

Dibulan Mei 2019 dan dibulan Juli 2019, seorang berinisial (K) meminta kepada PT. Rajawali Duta Pertiwi untuk mencari dana pinjaman penambahan modal  untuk pembayaran upah kerja, yang nantinya akan digantikan oleh uang keuntungan dari project Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Hotel Sunni Abepura. Dan kemudian pihak PT. Rajawali Duta Pertiwi, telah melakukan peminjaman dana sebesar Rp. 2.500.000.000 (dua milyar lima ratus juta rupiah). Dan dikirimkan kepada seorang berinisial (K) bersama seorang lagi berinisial (ES) selaku bagian logistic membelanjakan bahan material serta membayarkan upah pekerja dari PT. Rajawali Duta Pertiwi.

Dibulan Juli 2019 hingga November 2019. Para pekerja dari pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi yang bekerja untuk Project Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Hotel Sunni di Abepura, dialihkan kerjanya oleh pihak PT.Hotel Bersama Makmur ke Hotel Suni Lake Garden di Sentani. Peristiwa tersebut tidak diberitahukan kepada pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi.

Kemudian para pekerja dari PT. Rajawali Duta Pertiwi tersebut, yang telah dialihkan kerja ke pekerjaan fisik Hotel Sunni Lake Garden tetap digaji oleh pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi. Sehingga terhitung dari Juli hingga November 2019. Para Pekerja yang telah dialihkan pekerjaannya oleh pihak PT.Hotel Sunni Lake Garden di Sentani tanpa pemberitahuan kepada pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi, tetap digaji oleh pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi.

Pada 9 Desember 2019, PT.Rajawali Duta Pertiwi mendapatkan surat teguran pertama, dan 18 Desember 2019 PT.Rajawali Duta Pertiwi mendapatkan surat teguran kedua yang isinya adalah pemutusan Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : 005/HBM/III/2019 dengan alas an adanya keterlambatan pekerjaan sebesar -12,738% dan PT.Rajawali Duta Pertiwi telah mengerjakan pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing sebesar 80,624%. Kemudian setelah PT.Rajawali Duta Pertiwi menerima surat teguran kedua tersebut. Semenjak itu pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing tetap dikerjakan oleh seorang berinisial (K) itu. Tetapi menggunakan atau mengandeng perusahaan lainnya, berdasarkan informasi dari seorang berinisial (FY).

“Surat teguran pertama dan kedua yang dikirimkan oleh pihak PT.Hotel Bersama Makmur ditandatangani oleh seorang berinisial (N). Sedangkan terhadap pekerjaan  Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Hotel Suni Abepura, seorang berinisial (N) ini, telah mendapatkan keuntungan dana sebesar Rp. 450.000.000 (empat ratus lima puluh juta rupiah) dan seorang berinisial (FY), keduanya telah mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 650.000.000 ( enam ratus lima puluh juta rupiah). Kemudian PT.Hotel Bersama Makmur telah mengalihkan para pekerja dari PT.Rajawali Duta Pertiwi yang mengerjakan pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Hotel Sunni Abepura dialihkan ke pekerjaan fisik di Hotel Suni Lake Garden di Sentani dari Juli 2019 hingga November 2019.

“Tidak ada keterlambatan pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Hotel Sunni Abepura. Dimana SPK Nomor : 005/HBM/III/2019 ditanda tangani pertanggal 1 April 2019. Sehingga apabila terhitung pelaksanaan pekerjaan selama 275 (dua ratus tujuh puluh lima) hari kelender kerja, maka selesai pekerjaan terhitung di 31 Januari 2020. Sehingga terkait surat teguran pertama dan kedua yang telah dikirimkan oleh seorang berinisial (N) selaku karyawan PT.Hotel Bersama Makmur, yang dikeluarkan 9 Desember 2019 dan 18 Desember 2019 kepada pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi. Telah menimbulkan kerugian materiil. Dimana masih ada waktu bagi Pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi untuk dapat mencapai target pekerjaan sebesar -12.738% hingga di Januari 2020.  Dan setelah pemutusan SPK Nomor : 005/HBM/III/2019 yang dilayangkan oleh pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi.  amun seorang berinisial (K) selaku subjek hukum yang telah menadatangani SPK Nomor : 005/HBM/III/2019, tetap masih bekerja dalam project pekerjaan Teknical Elektrical Elektronika dan Plumbing Hotel Suni Abepura.

“Kami selaku Kuasa Hukum dari PT. Rajawali Duta Pertiwi telah melayangkan surat somasi kepada Direktur PT.Hotel Bersama Makmur berinisial (FM) dan juga kami telah melayangkan surat somasi kepada orang seorang berinisial (N) dan orang seorang berinisial (FY), dan juga orang berinisial (K). Kamipun pernah bertemu dengan seorang berinisial (FY) di tempatnya. Namun hingga kini kami tidak mendapatkan jawaban yang baik dari peristiwa hukum ini. Karena tidak ada iktikad baik sehingga terhadap perkara ini, kami akan menempuh jalur Hukum,” tegas Iriana Guna Setyati, SH, MH, selaku Kuasa Hukum dari pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi.

Mengakhiri jumpa pers, Iriana Guna Setyati, SH, MH bersama timnya selaku Kuasa Hukum dari pihak PT.Rajawali Duta Pertiwi, menegaskan terhadap seorang beriniial (K) ini. Mereka telah melakukan pengaduan polisi tentang dugaan tindak pidana Pasal 263 KUHP. Dan terhadap seorang beriniial (N) dan seorang beriniial (FY), keduanya pun akan dibawa kejalur hukum terhadap penerimaan uang yang telah keduanya terima. Dan ada beberapa subjek hukum yang akan mereka laporkan juga kepada pihak berwajib. Kemudian kepada Direktur PT.Hotel Bersama Makmur mereka akan mengajukan gugatan perdata diwilayah hukum setempat. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here