Leasing Papua Mulai Bergairah Meski Pandemi Belum Usai

0
93

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Pada hari Rabu 21 Oktober 2020, Forum Komunikasi Daerah Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (FKD APPI) Papua melakukan kunjungan ke Kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat dan diterima oleh Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Adolf FT Simanjuntak dengan didampingi Deputi Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat, Steven Parinusa serta jajaran pejabat terkait.

Pada kunjungan ke Kantor OJK tersebut, FKD APPI Papua melalui Ketuanya – Jerry Samuel Kairupan menyampaikan bahwa beberapa bulan terakhir, Industri Jasa Keuangan Sektor Pembiayaan (leasing) di Provinsi Papua mulai menggeliatmeskipun pandemi Covid-19 masih belum hilang di Papua. Gairah sektor pembiayaan di Papua mulai nampak pada awal kuartal ke-3 tahun 2020. Hal didasarkan pada mulai merangkaknya nilai pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat, khususnya pembiayaan kendaraan bermotor pada hampir semua Perusahaan Pembiayaan di Provinsi Papua.

Berdasarkan kondisi fakta di lapangan yang mulai menunjukan tanda-tanda reverse trend yang positif, pihaknyatidak ragu untuk memproyeksikan kenaikan penjualan pada periode Oktober s.d. Desember tahun ini (2020).

Pada kesempatan itu juga disampaikan kepengurusan FKD APPI Papua yang baru. Adapun kepengurusan FKD APPI Papua yang baru adalah sebagai berikut; Ketua Jerry Samuel Kairupan (Kepala Cabang BCA Finance), Sekretaris Folda Daniel Manurung (Kepala Cabang Federal International Finance), serta Bendahara Muhammad Amirudin Sabil (Kepala Cabang Batavia Prosperindo Finance). Selanjutnya, FKD APPI menyampaikan permintaan dukungan dari Kantor OJK Provinsi Papua dan Papua Barat dalam pengembangan bisnis sektor pembiayaan di Papua.

Berdasarkan data OJK, nilai NPF (Non-Performing Financing) Perusahaan Pembiayaan posisi per Agustus 2020 menunjukan kinerja positif dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Tercatat NPF per Agustus 2020 pada level 2,41%, membaik bila dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya(tahun 2019) yaitu sebesar 3,14%. Sebagai gambaran, rasio NPF Perusahaan Pembiayaan nasional per Agustus 2020 berada pada kisaran 5,23%. Ini berarti rasio NPF untuk Papua per Agustus 2020 sebesar 2,41% berkinerja positif, dengan total pembiayaan kredit yang telah disalurkan mencapai Rp937,6 miliar.

Pada sisi lain, sampai dengan Juli 2020 nilai restrukturisasi kredit perusahaan pembiayaan yang telah direalisasikan di Provinsi Papua sebesar Rp 545,2 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 12.565 debitur.

Membalas penyampaian APPI Papua, Kepala OJK Provinsi Papua dan Papua Barat – Adolf FT Simanjuntak menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan industri pembiayaan di Papua yang telah mendukung program pemberian fasilitas relaksasi kredit kepada para nasabah yang terdampak pandemi Covid-19di Papua, yang berarti telah menjaga kualitas kredit perusahaan leasing. Diharapkan pemberian relaksasi juga dapat menyasar pada pelaku UMKM. Mengingat UMKM merupakan sektor yang diprioritaskan untuk memperoleh relaksasi, guna membantu cashflow debitur UMKM. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan produktifitas UMKM untuk membayar kredit selanjutnya, sekaligus menopang perekonomian di Papua.

Disisi lain Kepala OJK menyampaikan bahwa bisnis pembiayaan merupakan bisnis yang mengandung risiko, untuk itu kepada rekan-rekan perusahaan pembiayaan dalam kegiatan usaha tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent financing principles), sebagai salah satu prinsip penting dalamantisipasi risiko.

Sebagai penutup, Kepala OJK mengingatkan agar rekan-rekan APPI Papua mematuhi anjuran pemerintah untuk konsitenmenerapkan protokol kesehatan guna membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19.

(OJK Papua dan Papua Barat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here