MENGHADAPI KEKECEWAAN

0
196

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Jumat 25 September 2020

Bacaan Setahun:
Hab. 1-3
Flp. 4

MENGHADAPI KEKECEWAAN
“Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.” Markus 6:3

Setiap orang sebenarnya sudah menerima, mengalami dan menikmati mujizat dari TUHAN setiap hari. Namun tak banyak orang yang sadar bahwa dirinya sudah diberi mujizat dari TUHAN. Seringkali kita berdoa untuk menerima mujizat, padahal sebenarnya mujizat sudah disediakan oleh TUHAN.

Seringkali kita ngotot meminta mujizat padahal sebenarnya TUHAN sudah memberi mujizat setiap hari kepada kita setiap hari. Seringkali kita memaksakan kehendak kita kepada TUHAN sehingga kita mudah kecewa saat kita tak mendapatkan apa yang kita minta kepada TUHAN.

Pernahkah anda mengalami dan menghadapi kekecewaan? Mari kita belajar lagi dalam hal menghadapi dan mengatasi kekecewaan. Yang pertama, apa itu kecewa? Kata kecewa diambil dari bahasa Yunani skandalizo. Kata skandalizo memiliki arti offend atau to make offend.Dalam bahasa Indonesia diartikan tersandung, tersinggung, menolak dan tergoncang. Kita dapat tersinggung atau tersandung atau kecewa kepada benda mati dan benda hidup. Kita dapat tersinggung, tersandung dan kecewa kepada manusia dan kepada TUHAN !

Yang kedua, mengapa seseorang kecewa? Seseorang bisa mengalami kekecewaan karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena ia tidak percaya kepada manusia dan kepada TUHAN.

Orang ini terlalu percaya kepada dirinya sendiri dan tidak percaya kepada orang lain dan kepada TUHAN. Maka ia menjadi pribadi yang sering kecewa.

Seseorang dapat kecewa karena ia memiliki pengharapan yang salah, jika anda berharap kepada benda mati, anda akan kecewa. Jika anda berharap kepada manusia anda juga akan kecewa.

Berharaplah kepada TUHAN dengan cara dan sikap yang benar. Anda akan kecewa jika anda berharap kepada TUHAN hanya untuk memaksakan kehendak anda kepada TUHAN.

Yang ketiga, bagaimana menghadapi kekecewaan? Setiap orang pernah mengalami kecewa bahkan kekecewaan walau hanya sekali seumur hidupnya. Kecewa yang berlarut-larut akan menjadi kekecewaan. Oleh sebab itu mari kita belajar untuk bersyukur kepada TUHAN setiap hari. Kita juga mau belajar untuk percaya dan berharap kepada TUHAN dalam segala hal. Satu hal yang penting dalam kehidupan kita adalah kita tidak membandingkan diri kita dengan orang lain.

Kemudian kita juga berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain, sebab setiap orang memiliki keunikan, kekhususan dan keistimewaan masing-masing. Sadarilah bahwa tak seorangpun yang sempurna. Mari kita ambil keputusan untuk selalu percaya dan berharap kepada TUHAN setiap hari. (DW)

Questions :
1. Apakah penyebab utama seseorang mengalami kecewa dan kekecewaan?
2. Mengapa seseorang terlalu percaya kepada dirinya sendiri dan tidak percaya kepada orang lain dan TUHAN?

Values :
Seorang Warga Kerajaan Allah adalah pribadi yang mau menghadapi kekecewaan dengan semakin melekat dengan Allah dalam hidupnya.

Anda akan mudah kecewa saat Anda terlalu percaya kepada manusia.
“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
__ Mazmur 34.19

Akhir-akhir ini secara global kita mengalami pandemi. Begitu banyak kematian yang terjadi disekitar kita. Begitu pula banyak kehilangan yang terjadi.

Ayat ini mengingatkan kita dan menguatkan kita bahwa dalam keadaan duka dan remuk hati kita, Tuhan ada bersama dengan kita untuk membawa kehidupan dan pengharapan. Dalam kondisi kehidupan yang tidak menentu dan penuh dengan tekanan dan ancaman, satu yang pasti adalah Tuhan selalu bersama dan dekat dengan kita. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here