Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Ini Kata Ketua FKUB Kabupaten Jayapura

0
150

Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th Ketika menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 Secara Virtual, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (01/10/2020). (Irfan/LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, bersama beberapa jajaran Forkompimda Kabupaten Jayapura mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2020 secara Virtual bertempat di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (01/10/2020).

Pelaksanaan upacara tersebut untuk mengenang dan memperingati jasa-jasa para Pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar Negara dari kekejaman gerakan G30S/PKI pada tahun 1965.

Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, saat ditemui usai kegiatan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada tahun 2020 kali ini tidak dapat dilakukan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi Covid-19 yang melanda sampai dengan saat ini, namun dengan diiikuti secara virtual tetap tidak mengurangi khidmatnya jalannya Upacara Hari Kesaktian Pancasila tersebut.

Momen peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini merupakan hari bersejarah bagi kerukunan umat beragama di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya dan secara khusus juga sesama tokoh agama, bahwa Hari Kesaktian Pancasila itu adalah hari yang bersejarah bagi kerukunan umat beragama di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kenapa saya katakan seperti itu, karena dalam menghadapi perbuatan PKI waktu itu, yang kita tahu itu ada semangat paham komunisme, juga semangat yang tidak beradab, kejahatan yang kita anggap itu tidak manusiawi dan bersifat biadab itu diakhiri dengan dilahirkannya 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila,” ujar Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th,  ketika diwawancarai oleh wartawan media online ini, Jumat (2/9/2020).

Menurut dia, dalam menghayati sila-sila dari Pancasila itu sejak awal saudara-saudara kita dari umat Muslim sudah lebih dulu dan lebih dominan untuk menyusun Pancasila tersebut, sehingga sila pertama waktu itu ditulis ‘Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Menjalankan Syariat Islam bagi para Pemeluknya’.

“Akan tetapi, dalam kesadaran untuk bangsa dan negara kita sebagai bangsa yang Bhinneka dan majemuk, maka para pendiri bangsa kita dalam menyempurnakan Pancasila itu hingga sila pertama ini dirubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, saya menghayatinya sebagai tokoh agama dari Kristen dan juga pendeta, bahwa sebenarnya inilah momentum ketika sila pertama itu dibicarakan dan digumuli bersama sampai bisa diubah, berarti itulah Hari Kerukunan Umat Beragama,” tuturnya.

“Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober dapat dimaknai sebagai momentum penting dalam sejarah, di mana saudara-saudara kita yang mayoritas (Muslim) merendahkan diri dan memberi ruang yang besar bagi kebersamaan sebagai suatu bangsa di Negara Indonesia ini. Sehingga Hari Kesaktian Pancasila itu sebenarnya harus di hayati dan di rayakan oleh umat beragama di seluruh Indonesia, karena maknanya seperti yang tadi saya jelaskan diatas itu,” tambah Alberth Yoku.

Lanjut dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pria yang juga pernah sebagai Ketua Umum Sinode GKI di Tanah Papua itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk bisa kembali memaknai nilai kesaktian Pancasila.

“Dengan memperingati Hari Kesaktian Pancasila ini, mari kita berpegang teguh dan berpedoman kepada ideologi Pancasila. Karena, Pancasila sebagai dasar negara penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju,” imbuhnya.

“Dengan demikian, saya menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila itu dalam motivasi dan gaya memahami kebersamaan toleransi umat beragama maupun kebersamaan dalam kebhinnekaan di Republik Indonesia ini, sejarahnya memang dimulai sejak hari kesaktian Pancasila itu,” tukas Alberth Yoku. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here