Jimmy Fitowin : PGRI Kabupaten Jayapura Tolak Wacana Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah

0
232
Ketua PGRI Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin, dalam suasana santai disebuah kegiatan. (Foto Pribadi)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jayapura, Jimmy Fitowin menolak adanya rencana penghapusan mata pelajaran (Mapel) Sejarah dari kurikulum nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

Dikatakan, Jimmy Fitowin, PGRI Pusat sendiri sudah menyampaikan penolakan keras terhadap penghapusan ini dan disampaikan langsung oleh Ketua Umum PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi.

“Sesuai dengan pernyataan ketua umum itu secara garis besar mulai dari ranting sampai tingkat PB, maka itu kita menolak dihapus dari kurikulum,” kas Jimmy Fitowin ketika dikonfirmasi wartawan di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (23/9/2020) sore.

Jimmy menuturkan, pada dasarnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat dan PGRI Kabupaten Jayapura menyatakan sikap terkait rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim, yang akan menyederhanakan Kurikulum 2013 (K13). Di mana, dalam rencana penyederhanaan K13 itu mata pelajaran (Mapel) Sejarah bagi siswa SMA/SMK akan dihapus.

Menurutnya, bagaimana mungkin siswa akan tahu bangsa ini bisa merdeka, jika mata pelajaran Sejarah ini dihapuskan dari kurikulum nasional.

“Terkait dengan wacana ini, dengan jelas dan tegas kami menolaknya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dan hal itu ada dalam mata pelajaran Sejarah,” katanya.
Meski demikian,dirinya tidak menampik bahwa proses belajar mengajar (PBM) yang dilaksanakan di daerah saat ini mengacu pada keputusan yang di buat oleh Kemendikbud RI.

“Jadi kalau keputusan dari pusat, bahwa mata pelajaran atau Mapel Sejarah atau yang lainnya dihapuskan, maka kami akan tetap mengikuti hal itu. Tetapi, secara pribadi ya kami sangat menyesalkan hal itu dan kembali lagi kepada slogan yang saya sebutkan tadi, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah,” tegasnya.

Sebab itu, dirinya mewakili seluruh guru yang ada di Kabupaten Jayapura meminta agar sekirannya Kemendikbud dapat mengkaji ulang keputusan untuk menghapus mata pelajaran Sejarah ini.

Karena menurutnya, mata pelajaran Sejarah ini merupakan cikal bakal dari pembentukan jati diri Bangsa Indonesia. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here