Abock Busup : Hingga Saat Ini, Saya Belum Dihubungi Dokter Soal Saya “Covid”  

0
919
Bakal calon Bupati petahana Yahukimo, Abock Busup. Richard (LPC)
Bakal calon Bupati petahana Yahukimo, Abock Busup. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Abock Busup, itulah nama bakal calon petahana Bupati Kabupaten Yahukimo, pada Pilkada 2020 Papua,  namanya  juga disebutkan dalam lembaran hasil swab RSUD Jayapura, terhadap  8 bakal calon Bupati-Wakil Bupati lainnya di Papua,  yang tersebar luas di media sosial, sebagai orang dengan status positif Covid-19.

Terkait data itu, bakal calon Bupati petahana Yahukimo itu, bercerita kepada wartawan, Senin 14 September 2020, di Jayapura, dimana pada 9 September 2020 lalu, ia melakukan pemeriksaan swab di RSUD Jayapura. Dan dari hasil data swab yang tersebar luas di publik. Ada 8 nama bakal calon Bupati-Wakil Bupati terkena Covid, dan ada namanya disebutkan. Namun dirinya sebagai orang  yang diperiksa, ia belum mendapat hasil resmi terkait pemeriksaannya, dari Dokter yang memeriksanya, tentang  dirinya terkena Covid. Sebab hal itu penting baginya, untuk langkah-langkah apa yang harus dirinya lakukan, dengan mendapat saran dari Dokter yang memeriksanya itu.

“Dari 8 nama hasil swab tentang Covid, yang berdedar di publik, ada nama saya. Namun saya sebagai orang  yang diperiksa. Saya belum mendapatkan hasilnya, atau dihubungi oleh Dokter yang memeriksa saya, tentang saya terkena Covid. Sehingga langkah-langkah apa yang harus saya lakukan. Dan hal itu saya belum mendapatkanya dari Dokter yang memeriksa saya,” kata Abock Busup, kepada wartawan.

Sebut, Abock, soal Covid inikan penting, dan jika dirinya terkena Covid, minimal Dokter yang memeriksanya itu, memberitahukan kepadanya, biar ada langkah-langkah pengobatan selanjutnya. Namun entah ada apa?, data swab itu beredar luas dikalangan publik.

“Tentulah pertayaannya adalah, data dipublik itu didapat dari siapa?, dan siapa yang sengaja menyebarkan ke publik lewat media sosial?. Sementara pihak Dokter yang sebagai pemeriksa, belum menyampaikan kepada orang yang diperiksa. Toh tersebar di media sosial.  ujar, Abock, sembari bertanya-tanya.

“Sampai hari ini, saya belum dihubungi oleh Dokter di RSUD Jayapura, yang memeriksa saya, terkait data orang dengan Covid, sebagaimana yang beredar dimedia sosial. Entah siapa yang menyebarkan?, dan tujuan apa disebarkan ke publik lewat media sosial?. Sementara pihak Dokter yang sebagai pemeriksa, belum menyampaikan kepada saya sebagai orang yang diperiksa. Herannya data itu tersebar di media sosial,” tegas Abock Busup.

Mengakhiri wawancara,  Abock, menegaskan, bahwa hingga saat ini, dirinya masih beraktivitas seperti biasa, sebab  istri, anak, keluarga, ajudan, dan sopir, masih ada dengan dirinya. Dan tidak ada sistim karantika yang diberlakukan terhadap dirinya, sebagaimana umumunya, orang dengan status Covid-19 itu.

“Hingga saat ini, saya masih bberaktivitas seperti biasa, sebab  istri, anak, keluarga, ajudan, dan sopir, masih ada dengan saya. Dan tidak ada sistim karantika yang diberlakukan terhadap saya, sebagaimana umumnya, orang dengan status Covid-19 itu. Dan upaya penyebaran data ini, bagian dari pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik,” tegas Abock Busup, yang juga akan melaporkan persolan ini ke Tim Cyber Polda Papua. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here