🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩 : PEMBENTUKAN ULANG

0
210

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Sabtu 12 September 2020

Bacaan Setahun:
Ayb. 39-40
Rm. 7

PEMBENTUKAN ULANG

“Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel! Demikianlah firman Tuhan. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel.” Yeremia 18:6

Dalam dunia seni rupa, salah satu bentuk kerajinan tertua dan bernilai estetika tinggi adalah seni keramik. Sebagai salah satu cabang dari ilmu seni, seni keramik telah ada sejak jaman pra sejarah, bahkan banyak ahli antropologi yang menjadikan barang-barang seni keramik sebagai ukuran perkembangan jaman. Semakin canggih dan indah keramik yang dihasilkan di suatu jaman, maka semakin maju pula jaman tersebut.

Dulu seni keramik hanya dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam perkakas rumah tangga, seperti kendi, piring, mangkuk dan gelas. Namun dengan semakin pesatnya perkembangan kebudayaan, maka seni keramik menempati salah satu posisi prestisius dalam dunia seni karena mampu menghasilkan berbagai bentuk-bentuk keramik bersaratkan nilai keindahan yang luar biasa, seperti guci dari jaman kekaisaran Tiongkok yang memuat kaligrafi dan lukisan tangan seniman di jaman itu.

Dalam membentuk keramik, seorang seniman keramik, atau yang dikenal sebagai penjunan, harus mampu mengolah tanah liat sesuai dengan bentuk yang ia inginkan. Seandainya tanah liat yang ia bentuk tidak sesuai dengan rancangannya, maka ia harus menghancurkan tanah liat itu, lalu memulai lagi proses pembentukannya dari awal sehingga akhirnya berhasil mencapai bentuk yang ia ingingkan.

Proses pembentukan ulang tersebut hanya dapat dilakukan selagi tanah liat masih basah atau belum mengeras. Jika sudah mengeras maka tanah liat tidak dapat dibentuk dan hanya dapat dihancurkan menjadi puing-puing saja.


Demikian pula dengan hidup kita di tangan Tuhan, Sang Raja dan Pencipta kita. Ialah yang membentuk hidup kita sesuai dengan apa yang Ia telah rancangkan atas kita. Apabila tenyata hidup kita tidak menjadi seperti apa yang Tuhan rancangkan, maka Ia tidak akan segan-segan untuk membentuk ulang hidup kita.

Tuhan akan dengan sengaja menghancurkan hidup kita selagi kita masih dapat dibentuk. Namun jika kita tidak dapat dibentuk lagi karena sudah keras hati, maka kita pasti akan berakhir kepada kebinasaan belaka.

Ayat bacaan hari ini mengajarkan kepada kita, bahwa hidup kita adalah hasil dari bentukan tangan Sang Raja. Jika sekarang kita seakan-akan sedang dihancurkan, maka ini adalah proses pembentukan ulang yang Ia lakukan agar kita dapat menjadi seperti apa yang Ia rancangkan.

Proses pembentukan ulang itu dapat berasal dari orang-orang di sekeling kita, ataupun dari keadaan yang sekarang sedang terjadi di hidup kita. Mari, jangan keraskan hati, agar kita tidak berakhir kepada kebinasaan. Jadilah pribadi yang siap dibentuk, menjadi perkakas untuk kemuliaan Sang Raja. (YMH)

Questions :
1. Hal apakah yang paling membuat Anda was-was dan kepikiran selama masa pandemi ini?
2. Mengapa kita perlu menyerahkan segala ‘kepikiran’ kita tersebut kepada Tuhan?

Values :
Warga Kerajaan Allah yang sejati adalah pribadi yang dibentuk sendiri oleh tangan Sang Raja sesuai dengan rancangan-Nya.

“Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tanganmu.” Yesaya 64:8
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati
dan membalut luka-luka mereka”
__ Mazmur 147.3

Seringkali ketika kesulitan atau masalah muncul dalam hidup, kita perlu mengarahkan hati kita pada Firman Tuhan yang menghibur dan memberi kekuatan.

Kita perlu meraih janji dan berpegang pada janji itu dengan mengetahui bahwa kita memiliki Tuhan yang luar biasa dan setia, yang telah berjanji untuk selalu memyertai kita dalam semua liku-liku kehidupan.

Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Ingatlah bahwa ketika kamu tersakiti dan menangis; Tuhan juga merasakannya bersama denganmu. Ia membalut luka hatimu dan menyembuhkanmu. (Disadur Dari Sharing WhatsApp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here