Pemerintah Indonesia Diminta Perhatikan Hak – Hak Ahli Waris Tanah Bandara Sentani

0
497

Nampak Ahli Waris Tanah Bandara Sentani ketika menunjukkan dokumen yang telah diserahkan ke pemerintah pusat. (Irfan /LPC)

jayapura (lintas papua)  –   Pihak ahli waris yang mengklaim hak milik tanah warisan dengan nama lokal ‘Wabua’ yang kini digunakan sebagai Landasan Pacu pada Bandara Sentani sejak tahun 1926 hingga saat ini meminta kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk memperhatikan hak-hak mereka yang selama ini diabaikan.

“Kami dari keluarga ahli waris ini datang untuk bisa memberikan penjelasan atau pengertian kepada awak media menyangkut dengan tanah bandara. Dokumen tentang tanah bandara itu, kami sudah serahkan ke pemerintah pusat, sehingga dari sana kami sudah memberikan hak kami ke pusat. Oleh karena itu, kami minta agar pemerintah bisa memperhatikan hak-hak kami. Karena kami adalah ahli waris dari tanah bandara tersebut,” ucap Ahli Waris, Victor Abihud H. Monim ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (26/8/2020)sore.

Sementara itu ditempat yang sama, Ondofolo Heaiseai Nolokhou Kampung Atamali Septinus Ibo menuturkan, pihaknya tidak akan melakukan aksi palang bandara Sentani dan tidak berupaya menghalang-halangi iven olahraga terakbar yaitu PON XX yang akan berlangsung di Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Jayapura.

Justru pihak keluarga ahli waris tetap ikuti aturan yang berlaku dan mengharapkan agar sengketa daerah ini bisa diselesaikan, serta pihaknya juga sangat mendukung Provinsi Papua khususnya Kabupaten Jayapura sebagai tuan rumah dalam iven PON tersebut agar dapat berlangsung sesuai rencana dan aman.

“Kami minta kepada pemerintah pusat maupun daerah untuk memperhatikan hak kami yang selama ini diabaikan. Dimana, hak tanah bandara yang telah diserahkan nenek moyang kami kepada pemerintah pada beberapa tahun silam. Namun sampai saat ini pemerintah belum pernah sama sekali memperhatikan hak kami sebagai ahli waris tanah bandara,” punya Septinus Ibo yang juga didampingi salah seorang ahli waris lainnya bernama Frits Monim.

Lanjut Ondofolo Septinus Ibo mengatakan, bahwa pihaknya telah menyerahkan dokumen terkait tanah bandara kepada pemerintah pusat. Tetapi, setelah pihaknya menyerahkan kepada pemerintah pusat, namun pihaknya diminta lagi untuk meyerahkan ke pemerintah daerah. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah daerah. Sehingga pihaknya meminta, baik pemerintah pusat dan daerah untuk memperhatikan hak-hak ahli waris.

“Selama ini hak-hak kami tidak diperhatikan. Oleh karena itu, kami menyerahkan dukomen kami kepada pemerintah. Supaya hak-hak kami dapat diperhatikan. Tetapi, sampai saat ini belum ada jawaban dari pemerintah daerah terhadap dokumen yang sudah kami serahkan itu. Sehinga kami harap agar pemerintah tolong perhatikan hak kami,” ucapnya.

Kata Septinus Ibo, dokumen yang diserahkan pihakna itu diharapkan pemerintah bisa melihatnya secara baik. Supaya pemerintah bisa tahu bahwa siapa sebenarnya ahli waris dari tanah bandara ini.

“Surat yang kami masukkan itu, kami minta pemerintah bisa melihatnya dengan baik. Supaya pemerintah pun tahu tanah bandara itu milik siapa dan juga bisa memahami siapa yang mempunyai hak atas tanah bandara itu. Supaya kedepannya tidak terjadi lagi kesalapahaman tentang pemilik tanah bandara yang sebenarnya,” paparnya.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah pusat dan daerah agar dapat duduk bersama mengatasi keluhan pihaknya. Supaya persoalan sengketa ini dapat terselesaikan secara baik, tanpa ada hambatan dan masalah, sebelum iven PON XX berlangsung.

“Kami berharap pemerintah segera menjawab apa yang kami keluhkan saat ini. Supaya tidak ada persoalan lagi terkait tanah bandara, agar penyambutan iven olahraga Nasional, yakni PON XX itu bisa terlaksana dengan baik tanpa ada masalah terkait tanah bandara,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here