Lakukan Gerakan 1000 Rupiah Untuk Perbaiki Jalan “Jeglog Sewu” di Keerom

0
213

Masyarakat saat bekerja memperbaiki jalan melalui ‘’Aksi 1000 rupiah untuk 1000 lubang’’ di Kampung atrso XII, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, kemarin. (Arief /LPC)

Masyarakat Keluhkan Seringnya Kecelakaan dan Mobil Rusak Karena ‘Jeglog Sewu’

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Merasa prihatin atas kondisi infrastruktur jalan di sebagian besar jalan di Kabupaten Keerom, maka masyarakat di Distrik Skanto berinisiatif untuk memperbaiki jalan secara swadaya dengan donasi uang sebesar Rp.1000. Kegiatan mereka pun diberi nama ‘Aksi 1000 Rupiah untuk 1000 Lubang Jalan.’

Aksi ini mulai dilakukan pada Jumat (16/8/2020) kemarin di sekitar ruas jalan utama Arso XII – Arso IX. Puluhan warga masyarakat dipelopori pemuda memesan beberapa rit karang timbun lalu mereka ratakan di jalan-jalan yang berlubang. Uang untuk membeli karang berasal dari donasi 1000 rupiah yang dilakukan pemuda tersebut di beberapa kampung.

Salah seorang peserta kegiatan tersebut, Fahrul Riski, mengemukakan bahwa aksi tersebut mereka lakukan karena prihatin dengan kondisi jalan rusak parah. Bahkan lubang yang sangat banyak di jalan-jalan tersebut sampai tak terhitung sehingga mereka namakan seribu lubang atau bahasa jawanya ‘Jeglog Sewu.’

‘’Kegiatan yang kami lakukan ini karena prihatin menyaksikan bahwa akibat jalan lubang ini ada beberapa peristiwa kecelakaan, ibu-ibu saat belanja, barang terjatuh, bahkan kendaraan sering rusak akibat jalan ini, makanya kami secara sepontanitas untuk lakukan aksi penimbunan seadanya ini dengan karang yang kami kumpul dari donasi 1000 rupiah warga yang secara sukarela memberikan kepada kotak donasi ini,’’ujarnya seraya menunjuk karton yang tertulis donasi 1000 rupiah untuk 1000 lubang.

Ia menambahkan aksi tersebut akan mereka lakukan untuk beberapa waktu kedepan sampai ada perhatian Pemkab Keerom dengan turun memperbaiki jalan. Karena menurut mereka jalan tersebut dan beberapa ruas jalan di Keerom mengalami kondisin serupa.

‘’Menurut perkiraan saya, kerusakan jalan seperti dikampung ini sudah menyebar ke seluruh kampung di Keerom, kecuali beberapa kampung saja yang sudah diperbaiki atau dalam perbaikan. Yang sudah diperbaiki kan baru kampung Arso I, Arso II dan sebagian Arso VII, yang lain dari 91 kampung di Keerom masih rusak, jadi bisa dikatakan 70-80 persen jalan di keerom rusak, ini yang bikin kita buat aksi ini,’’lanjutnya.

Tak lupa ia mengharapkan pemerintah untuk segera melakukan perbaikan, karena kondisi jalan sudah sangat meresahkan masyarakat.

‘’Saya harapkan pemerintah bisa segera perbaiki jalan, karena sampai saat ini belum ada perubahan, kondisi jalan tetap saja rusak dari tahun ke tahun,’’tambahnya.

Ia juga menyebut aksi tersebut diharap juga berlanjut ke kampung lain dan donasi 1000 rupiah sangaat diperlukan. ‘’Masyarakat silakan ikut berpartisipasi untuk bekerja atau menyumbang 1000 rupiah,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here