Aksi Demo Di Jayapura, Tiga Orang Diamankan Polisi

0
138

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Masa pendemo dari united Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang melakukan aksi peringatan dan penolakan New York Agreement di Jayapura, Sabtu (15/8) pagi dibubarkan polisi. Ada tiga orang yang diamankan salah satunya dianggap sebagai provaktor.

“Tiga orang yang kami amankan itu dua diantaranya sebagai koordinator lapangan dalam aksi tersebut, sementara satu orangnya dianggap sebagai provokator saat hendak dibubarkan paksa karena tidak mengantongi ijin,”ungkap Kapolresta Jayapura kota AKBP Gustav R. Urbinas.

Dijelaskan, ketiga orang yang diamankan berinisal MG alias Mai (27), AYP (24) dan NP (20) dan saat ini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik di Mapolsek Abepura.

Dikatakan Gustav, ada empat lokasi titik kumpul masa yang di bubarkan pihak kepolisian di Kota Jayapura yakni di seputaran Kamkey, Padang Bulan depan Kampung USTJ, Expo Waena dan Dok IX.

“Rata-tara massa berkumpul berkisar 20 sampai 30 orang, namun kami berhasil bubarkan dengan memberikan himbauan dan tenggang waktu,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut jelas Gustav, sempat terjadi perlawanan yang dilakukan oleh sekelompok massa yang hendak di bubarkan, akan tetapi hal itu dapat dikendalikan.

“Ketika itu kami berikan himbauan tiba-tiba ada lemparan batu maka kami langsung berikan tindakan tegas dengan mengamankan satu orang provokator,” akunya.

Setelah pendemo berhasil dibubarkan, situasi kota Jayapura mulai aman dan kondusif sejak pukul 13.00 WIT, namun ada beberapa titik masih di jaga aparat gabungan.

“Kami masih menempatkan anggota kami di lapangan guna berjaga-jaga agar tidak ada aksi serupa, mengingat aksi yang mereka lakukan tidak memiliki ijin. Bahkan saya sudah tegaskan apabila ada aksi maka langsung di bubarkan secara paksa,” beber Kapolresta.

Mantan Kapolres Jayapura ini pun meminta dengan tegas kepada sekelompok orang untuk tidak melakukan aksi-aksi yang ingin mengumpulkan masa di masa Pendemi saat ini.

“Kami sudah berikan himbauan untuk tidak melakukan aksi-aksi yang dapat mengumpulkan orang. Bahkan ketika ada surat permintaan melakukan kegiatan mengumpulkan banyak orang secara otomatis kami tidak berikan ijin, terkecuali audents demi kepentingan masyarakat,”katanya.
(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here