Peringati Hari Masyarakat Pribumi Sedunia, Ini Kata Bupati Mathius Awoitauw

0
59
Foto pelaksanaan Peringatan Hari Masyarakat Pribumi Sedunia di Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Masyarakat Adat/Pribumi untuk terus menjaga adat ini dengan baik agar bisa diteruskan oleh anak cucu di waktu yang akan datang, karena adat merupakan jati diri orang Papua.

Harapan ini disampaikan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, dalam sambutannya pada peringatan Hari Masyarakat Pribumi Sedunia Yang berlangsung di Kampung Bring, Distrik Kemtuk Gresi, Pada Senin (10/8/2020) kemarin.

Dimana saat ini kata Mathius, Dunia bahkan Indonesia khususnya Papua termasuk Kabupaten Jayapura sedang dilanda wabah pandemi Covid-19. Walau masih berada ditengah pandemi Covid-19, tetapi peringatan Hari Masyarakat Adat/Pribumi Sedunia ini harus tetap diperingati, karena momen ini sangat penting.

“Dari tema besar yang diangkat Masyarakat Pribumi sedunia, yaitu Covid-19 dan ketangguhan masyarakat pribumi, jadi hari masyarakat adat atau pribumi ini merupakan peristiwa yang sangat penting sekali untuk kita cermati dengan baik. Karena sebelum adanya pemerintahan, adat sudah ada sejak lama. Untuk itu, tentunya momen ini memberikan kesadaran pada masyarakat adat untuk bisa tetap menjaga budayanya,” ujar Mathius Awoitauw.

Menurutnya, dengan adanya peringatan Hari Masyarakat Adat/Pribumi ini. Tentunya, secara tidak langsung memberikan kesadaran tersendiri bagi masyarakat adat. Bahwa, adat itu penting untuk tetap dijaga.

“Pada momentum ini kita harus sadar bahwa adat itu penting. Sehingga perlu harus dilestarikan secara baik, dalam rangka menjaga budaya yang ditinggalkan moyang kita,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada momen peringatan Hari Masyarakat Pribumi Sedunia itu, juga dilakukan tiga kegiatan secara bersamaan yakni, pengukuhan Yayasan Pelestarian Situs Budaya Suku Gresi, peresmian Para-para Adat (Syaliyab) Kampung Bring dan penandatanganan keputusan adat suku Gresi tentang Kawasan Hutan Konservasi Adat Suku Gresi. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here