🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩 : TUHAN ADALAH SEGALANYA

0
190

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩

Bacaan Setahun:
2 Taw. 4-6
Mzm. 132

TUHAN ADALAH SEGALANYA
“Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan”Amsal 13:13

Dengan penuh kerinduan yang dalam, seorang pemuda meninggalkan negaranya dan pergi melancong ke berbagai negara guna mendapatkan kehidupan yang lebih tinggi. Terdengarlah di suatu negara ada seorang guru yang memiliki reputasi yang luar biasa.

“Mujizat apa saja yang telah dilakukan oleh guru Anda?” Tanyanya pada salah seorang murid sang guru. “Kami melakukan banyak mujizat di sini,” jawab murid sang guru, “Kalau di negaramu, dianggap suatu mujizat bila Tuhan melakukan kemauan orang. Tapi di sini, dianggap mujizat bila orang melakukan kemauan Tuhan.”

Saudara, pikirkan kalimat yang diucapkan murid sang guru ini. Tidakkah perkataan ini mengandung kebenaran yang seringkali Anda abaikan? Telitilah setiap doa yang Anda naikkan kepada Tuhan.

Berapa banyakkah doa Anda yang berisi permintaan-permintaan, seperti didahului dengan kalimat: “Tuhan, berikan aku ini dan itu, jagailah aku dan keluargaku, atau berkatilah diriku dan usahaku!” Tidak banyak di antara Anda yang berdoa demikian: “Tuhan, berikan aku hati yang rindu untuk melakukan kehendak-Mu, berilah aku hati yang memahami kehendak-Mu supaya aku melakukannya.” Ya, memang kadang-kadang Anda berdoa seperti ini. Tapi seberapa besar porsinya ?

Kalau Anda membutuhkan sesuatu, Tuhan mengajar Anda untuk meminta kepada-Nya. Tapi ya jangan menuntut Tuhan untuk memenuhi permintaan Anda sedangkan Anda sendiri tidak memperdulikan kemauan Tuhan.

Kalau Anda banyak menuntut kepada Tuhan, berarti Anda belum memahami perkataan Tuhan Yesus, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

Ini adalah rumus Kerajaan Allah. Allah mau setiap anak-Nya memperdulikan Tuhan dan pekerjaan-Nya. Pola seperti ini pula yang diajarkan Paulus kepada Timotius, “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya” (2 Timotius 2:4).

Paulus menekankan kepada Timotius agar ia memfokuskan diri untuk mengerjakan tugas dari komandannya, yaitu Tuhan Yesus. Apakah Timotius tidak mempunyai kebutuhan pribadi? Apakah ia tidak butuh pakaian bagus atau mungkin pasangan hidup? Ia pasti membutuhkan semuanya itu. Tapi ia menyadari bahwa hidupnya adalah untuk Kristus dan menyenangkan komandannya adalah tujuan hidupnya.

Kalau doa Anda lebih banyak berisi kepentingan pribadi daripada memikirkan kepentingan Allah, berarti Anda belum dewasa di dalam Kristus, atau Anda tidak mengerti kebenaran ini.

Smith Wigglesworth pernah berkata, “Aku lebih menyukai sebotol minyak urapan dari pada seluruh kekayaan di dunia ini”. Baginya, Kristus adalah segala-galanya. Bagaimana dengan Anda ? (DH)

Questions :
1. Apakah Tuhan sudah menjadi segala-galanya bagi Anda?
2. Bagaimana Anda berdoa setiap harinya? Apakah tentang hal keinginan diri Anda atau kemauan Tuhan?

Values :
Setiap warga Kerajaan seharusnya dalam berdoa tidak melulu tentang permohonan kebutuhan pribadi, melainkan hal kehendak Bapa di dalam hidupnya.

Pikirkan kemauan Allah, maka Allah akan memikirkan kebutuhan Anda. (Disadur Dari Sharing WhatsApp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here