🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩 : TIDAK SEBANDING

0
131

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Senin 10 Agustus 2020

Bacaan Setahun:
Mzm. 138
2 Taw. 13-15
2 Tes. 1

TIDAK SEBANDING
“Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.” Mazmur 127:2

Seorang anak lelaki suatu hari sedang berjalan dan melihat sekeping uang logam di tanah. Ia memungutnya dan menggenggamnya kegirangan. Ia mendapatkan uang tanpa bersusah payah! Semenjak hari itu, ke mana pun ia berjalan, ia terus menunduk, matanya dengan seksama mencari-cari uang logam di tanah – dan mungkin harta yang lebih besar lagi. Sekian lama, jelas ia menemukan uang lebih banyak.

Malah, ia berhasil mengumpulkan sekian banyak uang logam yang secara total bernilai Rp. 153,800,- Ia amankan hartanya itu, melindunginya sebagai “warisan kekayaan cuma-cuma”. Ia senang uangnya diperoleh tanpa bersusah payah.

Apa iya? Dalam upaya mencari semuanya itu, ia telah melewatkan tak terhitung indahnya matahari terbenam, indahnya pelangi, indahnya awan putih melayang di langit biru, burung-burung melambung tinggi, tupai-tupai melompat-lompat dari dahan ke dahan pohon di jalanan tempat ia berjalan, dan cemerlangnya dedaunan pada musim gugur ditimpali sinar matahari musim gugur. Uang yang telah ia peroleh jelas tidak sebanding dengan apa yang telah dilewatkannya.

Seringkali kita terlalu sibuk untuk menoleh ke bawah, mencari berkat harta di bumi dan menghabiskan waktu hanya untuk mencari apa yang kita sebut warisan kekayaan. Kita sering lupa memandang ke depan, pada tujuan hidup kita yang sesungguhnya, apalagi kita terlebih sering lupa memandang ke atas, memandang pada Tuhan yang memberikan kita kehidupan di bumi.

Waktu yang kita habiskan untuk mencari harta di bumi seringkali justru membuat kita tidak bisa menikmati indahnya penggenapan rencana Tuhan yang sesungguhnya dalam hidup kita.

Yesus berkata: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” (Yohanes 5:17). Kita bisa melihat bahwa bukan hanya kita, tapi Tuhan pun terus bekerja. Tetapi kita bisa melihat sebuah hal penting, bahwa meski sangat sibuk melayani dari pagi sampai malam, Yesus tidak mengabaikan waktu-waktu untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Bapa di Sorga.

Yesus bangun pagi-pagi benar lalu mengasingkan diri-Nya untuk berdoa, “Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Markus 1:35). Harta di bumi yang kita kumpulkan tidak akan sebanding dengan kasih dan indahnya penggenapan rencana Tuhan dalam setiap destiny (tujuan hidup) yang telah Tuhan tentukan sebelumnya bagi hidup kita. Dalam kesibukan, tetaplah terkoneksi dengan Sorga. (JB)

Questions :
1. Menurut Anda apakah sebanding jika kita hanya menghabiskan waktu untuk bekerja keras tanpa menikmati waktu yang indah bersama keluarga ?
2. Apakah sebanding jika karena pekerjaan lalu kita meninggalkan Tuhan ?

Values :
Pekerjaan memang harus dilakukan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab, namun hubungan dengan Tuhan, keluarga, maupun sesama tetap jangan dikesampingkan.

Demi mencari nafkah, manusia lupa menjalani kehidupannya. (Disadur Dari Sharing WhatsApp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here