Buka Rembuk Stunting, Bupati Jayapura Minta Semua Pihak Harus Kerjasama Atasi Stunting

0
58
Bupati Jayapura. Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, saat diwawancarai usai membuka kegiatan Rembuk Stunting, di Hotel HoreX Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, meminta semua pihak di Kabupaten Jayapura harus ada kerjasama dan kolaborasi, untuk mengatasi masalah stunting tersebut.

Bupati Jayapura berharap dari rembuk Stunting ini, para elemen terkait dapat menerima masukan dari tim sehingga bisa bekerjasama dan berkolaborasi. Misalnya, untuk memperhatikan anak usia dini secara khusus, 1000 hari pertama kehidupan.

Permintaan itu disampaikan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw kepada wartawan usai membuka kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2020 Kabupaten Jayapura di Hotel HoreX Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, kemarin.

“Mungkin ini melalui Posyandu dan kegiatan tim penggerak PKK di tingkat kampung harus ditingkatkan lagi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan pada tahun 2020 ini pihaknya telah menetapkan belasan status lokus kampung yang jumlah kasusnya di atas 40 persen.
“Ini yang kita pilih untuk menjadi lokus nanti kegiatan fokus stunting di Kabupaten Jayapura,” kata Khairul Lie kepada wartawan.

Dikatakan, stunting ini ada dibawah perintah langsung wakil presiden RI. Dalam pendanpinganya ada intervensi yang sifatnya sensitif dan spesifik. Yang sensitif itu 30 persen dikerjakan oleh Dinas Kesehatan sedangkan spesifik itu sebanyak 70 persen dikerjakan oleh sektor lain. Kata dia, stunting merupakan kondisi anak yang tumbuh tidak sesuai dengan usianya.

Stunting ini sebenarnya di sebabkan oleh banyak faktor, bisa saja dipengaruhi oleh status kesehatannya atau status gizinya. Untuk itu, mengenai masalah ini sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab dari dinas kesehatan saja, tetapi ada pihak lain juga terlibat didalamnya. Misalnya masalah air bersih, kemudian masalah kurang gizi mungkin dari dinas sosial bisa menyalurkan bantuan makanan bergizi.

“Rembuk ini masing masing perangkat daerah itu harga membuat rencana aksi nya untuk Apa yang akan kita kerjakan di 2020 bersama-sama di kampung yang menjadi lokus,” ungkapnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here