Pemuda Tabi dan Saireri Dukung Pemekaran Daerah Otonomi Baru

0
367
Pemuda Tabi-Saereri, saat menyerahkan peryataan sikap mereka kepada Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. Richard (LPC)
Pemuda Tabi-Saereri, saat menyerahkan peryataan sikap mereka kepada Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. Richard (LPC)

Ketua Forum Kepala Daerah Tabi-Saireri yang juga Bupati Jayapura Mathius Awoitauw ketika berpose bersama dengan Para pemuda Tabi dan Saireri usai melakukan pertemuan, Jumat (24/7/2020). (Irfan /LPC).

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Ketua Pilar Pemuda Tabi (PPM-Tabi), Reynaldi Tokoro mendukung penuh lahirnya Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. Reynaldi demikian sapaan akrabnya beralasan, Provinsi Papua (induk) terbentuk dan hanya terdiri dari wilayah adat Tabi dan adat Saireri.

Dirinya menyebut, ada beberapa pernyataan sikap dari para pemuda itu yang disampaikan kepada Ketua DOB Tabi-Seireri, Mathius Awoitauw. Yakni, mendukung terbentuknya Provinsi Papua (induk) yang terdiri dari Wilayah Adat Tabi dan Wilayah Adat Saireri.

“Kami dalam hal ini Pemuda Tabi dan Pemuda Saireri sangat mendukung penuh terwujudnya Daerah Otonomi Baru (DOB), yaitu Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. Dengan terbentuknya Daerah Otonomi Baru, maka Provinsi Papua sebagai induk terdiri dari Wilayah Adat Tabi dan Wilayah Adat Saireri,” jelas Reynaldi Tokoro ketika ditemui usai melakukan pertemuan dengan Ketua Forum Kepala Daerah se-Tabi Saireri yang juga Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, di Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (24/7/2020).

Kemudian, merujuk pada letak geografis wilayah adat dan hubungan kekerabatan sebagai satu keluarga besar yang sudah ada sejak turun temurun, pemuda Tabi dan pemuda Saireri mendukung dan berharap dilibatkan dalam upaya-upaya pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang dimaksud itu, melalui kerja-kerja dan kajian-kajian akademis oleh Tim DOB tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru secara khusus DOB Provinsi Papua Induk yang Terdiri Atas Wilayah Adat Tabi dan Wilayah Adat Saireri.

“Kami Pemuda Tabi dan Pemuda Saireri, menolak segala bentuk penjualan tanah. Karena tanah merupakan titipan Tuhan kepada Leluhur Nenek Moyang kami. Secara turun temurun yang dijaga dan dipergunakan untuk kepentingan kehidupan anak cucu, bukan untuk diperjualbelikan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, lanjut dirinya mengatakan, sebagai generasi muda di wilayah Tabi, pihaknya sangat mendukung penuh rencana dan kerja pemerintah dalam membangun daerah, demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

“Dalam konteks Otsus hari ini, kami dari pemuda Tabi hadir untuk memberikan pemikiran-pemikiran kritis kami terhadap keberlangsungan Otsus,” kata Renaldy Tokoro.

Senada dengan hal itu, Ketua Pemuda Saireri, Gifly Buiney menuturkan, pada dasarnya sebagai generasi muda Papua, yang akan menjadi penerus generasi di atas Tanah Papua, pihaknya tetap berada bersama-sama dengan pemerintah dan mendukung segala upaya pemerintah dalam melakukan pembangunan di Papua, demi perubahan Papua dan masyarakatnya.

Suasana foto bersama pemuda Tabi-Saereri, bersama Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. (LPC)
Suasana foto bersama pemuda Tabi-Saereri, bersama Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. (Richard/LPC)
Pemuda Tabi-Saereri, Bertemu Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. Richard (LPC)
Pemuda Tabi-Saereri, Bertemu Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. (Richard /LPC)

Sementara itu, Ketua Forum Kepala Daerah Tabi-Saereri, Mathius Awoitauw, dalam pesannya kepada pemuda Tabi-Saireri mengatakan, kedatangan pemuda Tabi-Saireri hari ini, menunjukan bahwa ada sebuah kegelisahan dalam diri pemuda Tabi-Saereri, yang melihat dinamika Papua hari ini, untuk sebuah perubahan besar terhadap Papua, dalam pemikiran-pemikiran dan mimpi mereka untuk sebuah peradaban baru bagi Papua.

“Dibalik kegelisahan pemuda Tabi-Saereri hari ini, kami yang tua-tua, ingin menitipkan suasana yang damai dalam menjaga Papua. Karena Papua ini unik, Papua ini beda, maka pemuda Papua harus belajar, dan meningkatkan kapasitas dalam memahami karakter dirinya, untuk menjaga harkad dan martabat Papua,” kata Mathius.

Dia menambahkan, aspirasi munculnya berbagai DOB di Papua, memungkikan adanya rasa untuk percepatan pembangunan. Kata dia, DOB bukanlah satu-satunya jaminan, namun menjadi salah satu jalan untuk percepatan pembangunan suatu daerah.

“Tanah ini kalian punya (pemuda Tabi-Saereri Papua), dan jangan mengharapkan orang lain untuk datang melakukan perubahan untuk diri kita, tapi bagaimana kita menyiapkan diri kita untuk merebut masa depan melalui sebuah perubahan,” tambahnya.

Untuk diketahui, pemuda Tabi-Saireri dari dua wilayah adat di Provinsi Papua, pada Jumat (24/7) kemarin, mengadakan pertemuan dan audiensi bersama Ketua Forum Kepala Daerah Tabi-Saereri, yang juga sebagai Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., sebagai penyatuan visi pemuda Tabi-Saireri menuju DOB. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here