Soal DOB di Papua, Ini 6 Peryataan Sikap Pemuda Tabi-Saereri

0
471
Pemuda Tabi-Saereri, saat menyerahkan peryataan sikap mereka kepada Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. Richard (LPC)
Pemuda Tabi-Saereri, saat menyerahkan peryataan sikap mereka kepada Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. Richard (LPC)

SENTANI (LINTAS PAPUA) — Menyikapi dinamika Papua dalam konteks Otonomi Khusus (Otsus), tapi juga rentan kendali pembangunan di wilayah Timur Indonesia, Provinsi Papua, Jumat 24 Juli 2020, generasi muda Papua melalui wadah Pemuda Tabi-Saereri, dalam sebuah pertemuan peyatuan visi pemuda Tabi-Saereri menuju daerah otonomi baru.

Mereka menitipkan 6 point pemikiran mereka sebagai peryataan sikap mereka kepada pemerintah, melalui Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri, yang juga sebagai Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si.

Berikut 6 peryataan sikap Pemuda Tabi-Saereri ;

1. Kami pemuda Tabi dan pemuda Saereri mendukung terbentuknya provinsi Papua induk yang terdiri dari wilayah adat Tani dan wilayah adat Saereri.

2. Kami pemuda Tabi dan pemuda Saereri mendukung terwujudnya daerah otonomi baru yaitu Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua pegunungan tenggah, dengan terbentuknya daerah otonomi baru maka Provinsi Papua induk terdiri dari wilayah adat Tabi dan wilayah adat Saereri.

Suasana foto bersama pemuda Tabi-Saereri, bersama Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. (LPC)
Suasana foto bersama pemuda Tabi-Saereri, bersama Ketua Asosiasi Kepala Daerah Tabi-Saereri. (LPC)

3. Pernyataan point 1, merujuk pada letak geografis wilayah adat dan hubungan kekerabatan sebagai satu keluarga besar yang sudah ada sejak turun temurun.

4. Kami pemuda Tabi dan pemuda Saereri terus mendukung dan berharap dilibatkan dalam upaya- upaya pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dimaksud mulai kerja- kerja dan kajian-kajian akademis oleh tim DOB tentang pembentukan daerah otonomi baru secara khusus DOB Provinsi Papua induk yang terdiri atas wilayah adat Tabi dan wilayah adat Saereri.

5. kami pemuda Tabi dan pemuda Saereri menolak segala bentuk penjualan tanah karena tanah merupakan titipan Tuhan kepada leluhur nenek moyang kami, secara turun-temurun yang dijaga dan dipergunakan untuk kepentingan kehidupan anak cucu, bukan untuk diperjual-belikan.

6. Merujuk pada poin 5 kami pemuda Tabi dan pemuda Saereri mendorong kepada pemerintah daerah di wilayah Tabi dan Saereri lebih kepala daerah untuk keluarkan peraturan daerah (Perda) khusus pembatasan penjualan tanah, selain untuk kepentingan umum seperti fasilitas sekolah jalan umum, rumah sakit dan lain-lain, jadi dengan adanya regulasi tentu kita akan batasi penjualan tanah. (Richard/Lintas Papua)

*Ketua Pilar Pemuda Tabi (PPM-Tabi), Renaldy Tokoro
*Ketua Pemuda Saireri, Gifly Buiney

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here