Kepala Kantor Kemenag keerom, Karel Mambay, SE, MPdK saat melakukan pantauan ke salah satu gereja di Keerom, melihat pelaksanaan protocol kesehatan pencegahan Covid-19. (Arief /LPC)

Karel Mambay : Semua Rumah Ibadah Telah Terapkan Protokol Kesehatan sejak 2 Juli

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Kepala Kantor Kemenag keerom, Karel Mambay, SE, MPdK mengemukakan bahwa seluruh rumah ibadah di Kabupaten Keerom telah mulai melaksanakan ibadah di tempat ibadah masing-masing sejak tanggal 2 juli lalu dan menerapkan protocol kesehatan sesuai ketentuan new normal di masa Pandemi Covid-19.

Untuk melihat sejauh mana, penerapan protocol kesehatan di masing-masing rumah ibadah, maka Kepala Kantor Kemenag dan jajaran telah melakukan pantauan ke beberapa rumah ibadah yang ada di Keerom. Baik ke Gereja-gereja, masjid-masid, dan pura yang ada di Keerom.

Pembagian masker di salah satu masjid kepada jamaah yang akan melaksanakan sholat Jumat. (Arief /LPC)

Kepada wartawan di salah satu masjid pada Jumat (10/7/2020) kemarin, ia menyampaikan bahwa hasil pantauan yang dilakukan pihaknya mendapati bahwa pihak penyelenggara rumah ibadah telah menerapkan protokol kesehatan masa ‘new normal’ dengan baik.

‘’Sejak bulan maret pandemic Covid 19 ini mulai menyebar di Negara kita termasuk di Keerom, pemerintah telah terapkan prortokol kesejatan termasuk umat beragama, maka sejak maret beribadah dilakukan dari rumah untuk menghindari umat dari terpapar covid-19. Selanjutnya Maret hingga mei dievaluasi ketika masuk new normal, tak ketinggalan rumah ibadah dari gereja, masjid, pure dan vihara juga, ini sesuai edaran Menag no 5 tahun 2020 tentang penyelenggaranaan kegiatan peribadahan di rumah ibadah dalam masa tatanan baru covid 19,’’ujarnya.

Sesuai ketentuan tersebut, maka kewajiban rumah ibadah, diantaranya menyediakan petugas di gerbang masuk, untuk memantau umat yang masuk ke rumah ibadah sd ikuti protocol atau belum, harus disediakan air dan sabun mencuci tangan, harus gunakan masker.

‘’Di Keerom ini sudah kami sosilaissasokan mulai dari tanggal 2 juni kepada semua pimpinan agama sampai 8 juni. Setelah evaluasi dengan ketua satgas Covid, forkompinda, dengan mengacu pada SE Menag no 15 tahun 2020, SE Gub ttg relaksisasi dan edaran bupati maka tanggal 19 evalusasi, ternyata trens di Keerom naik, dengan demikian kita menunda, tanggal 2 juli tren mulai menurum, dan akhirnya kegiatan beribadah dimulai di rumah ibadah dan kita pantau umumnya sudah dilaksanaakn secara baik dan ketat,’’lanjutnya.

Namun demikian diakui, ada kesulitan yang dihadapi masa ini umumnya adalah persediaan masker untuk umat yang tidak bawa masker dan alat pengukur (thermogent). ‘’Alat ini harganya bervariasi, tetapi kita berupaya maka sebagian sudah ada bantuan untuk beberapa rumah ibadah, termasuk gereja dan masjid dan lainnya,’’tambahnya.

Ia juga mengakui, untuk kepatuhan umat terhadap protocol tersebut masih harus ditingkatkan. ‘’Kita akui masih ada umat yang belum mengikuti, masyarakat merasa ini sesuatu yang baru, maka pemerintah dan pimpinan agama kita minta untuk terus mengedukasi karena ini sesuai semboyan, maskermu melindungiku, maskerku melindungimu,’’pesannya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here