JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Akibat jalinan asmara kandas, seorang pemuda berinisial SFRS (25) harus berurusan dengan pihak Kepolisian.

SFRS (25) diringkus oleh Tim Opsnal Cycloop Polres Jayapura, karena menyebarkan video bugil sang mantan kekasihnya sebut saja Bunga (22) lewat aplikasi messenger.

Kapolres Jayapura, AKBP Dr. Victor Dean Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Henrikus Yossi Hendrata, S.H., S.IK, menuturkan, awalnya antara pelaku dan korban sepat menjalin hubungan (berpacaran). Sekitar bulan Januari 2019 lalu, tersangka mengaku merekam video korban yang lagi bugil tersebut saat mereka masih berpacaran.

“Mereka sempat saling video call (VC) melalui aplikasi WhatsApp (WA), sehingga pelaku menyuruh korban untuk melepaskan busananya. Tanpa sepengetahuan korban, pelaku diam-diam juga merekam korban yang tanpa busana saat saling video call dan pelaku langsung menyimpannya,” kata Kasat Reskrim AKP Hendrikus Yossi Hendrata, SH, S.IK, saat di konfirmasi wartawan media online ini, Jumat (10/7/2020).

Namun setelah mereka tidak lagi berpacaran, tersangka mengajak korban untuk kembali berpacaran pada bulan Maret 2020 lalu dan korban pun menolaknya. Dia menyebarkan video bugil korban melalui aplikasi messenger ke teman-temannya.

“Jadi saat pelaku mengetahui korban ada dekat dengan pria lain, sehingga membuat pelaku cemburu dan marah, lalu pelaku menyebarkan video tanpa busana korban ke teman-temannya lewat aplikasi messenger,” jelasnya.

Setelah korban mengetahui video bugiilnya telah disebarkan tersangka, korban membuat laporan polisi pada tanggal 17 Maret 2020. Sejak kasus ini dilaporkan oleh korban, lanjut Kasat Reskrim menyapaikan, pelaku sempat buron dan diketahui melarikan diri ke Sulawesi Selatan.

“Ya, benar kami sudah menangkap tersangka penyebar video tanpa busana (bugil). Pelaku berinsial SFRS (25), yang merupakan mantan pacar korban. Kami berhasil menangkap pelaku sesaat sebelumnya pernah meneror korban dan datang ke kompleks rumah korban. Nah, di saat itu korban yang sudah berkomunikasi dengan kami langsung berhasil menangkap pelaku,” papar AKP Hendrikus Yossi Hendrata, SH, S.IK, yang memimpin langsung penangkapan pelaku penyebar video tanpa busana tersebut.

“Penangkapan pelaku tindak pidana Undang-Undang (UU) ITE ini oleh Tim Opsnal Cycloop Polres Jayapura pada hari Rabu dinihari, 8 Juli 2020. Kini pelaku sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Jayapura untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 45 ayat (1) UU RI Noor 19 Tahun 2016, perubahan UU RI Noor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal 6 Tahun penjara dan denda 1 miliar rupiah. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here