Kepala BPS Papua, Adriana Helena Carolina, dalam keterangan pers. (Erwin /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua di 3 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), pada Juni 2020 terjadi inflasi sebesar 0,35 persen atau terjadi kenaikan angka IHK dari 104,05 pada Mei 2020 menjadi 104,41 pada Juni 2020.

Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua tahun kalender (Juni 2020 terhadap Desember 2019) mencapai 1,20 persen dan laju inflasi year on year (Juni 2020 terhadap Juni 2019) mencapai 1,03 persen.

Menurut Kepala BPS Papua, Adriana Helena Carolina, inflasi gabungan 3 kota IHK di Papua pada Juni 2020 sebesar 0,35 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,44 persen.

Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen.

“Lalu kelompok transportasi sebesar 1,44 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen; serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,55 persen,” terang ia di Jayapura, Kamis.

Sementara faktor pendorong terjadinya inflasi, sambung dia, dikarenakan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi.

Antara lain, cabai rawit, tarif angkutan udara, tomat, ikan mujair, bawang merah, dan lain-lain. Adapun komoditi yang menahan laju inflasi antara lain: bawang putih, ikan ekor kuning, buncis, cabai merah, ikan cakalang, dan lain-lain.

“Lalu untuk besaran andil masing-masing kelompok komoditi terhadap perkembangan inflasi Juni 2020 di Papua (gabungan 3 kota IHK), diantaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,17 persen”.

“Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,002 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,002 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,003 persen; serta kelompok transportasi sebesar 0,16 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,0001 persen,” pungkasnya. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here