400 Warga Biak yang tersisa dalam Proses pemulanggan Warga Saireri terdampak Lockdown di Jayapura sangat Prihatin Kondisinya. (Andrew)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – 400 Warga Biak yang tersisa dalam Proses pemulanggan Warga Saireri terdampak Lockdown di Jayapura sangat Prihatin Kondisinya.

Di mana mereka hingga saat ini masih ditampung di asrama mahasiswa Kabupaten Biak Numfor yang berada di kompleks Padang Bulan Kota Jayapura, karena belum mendapat giliran untuk diberangkatkan oleh Tim Pemulangang warga Saireri Koordinator Biak Numfor yang di Percayakan Bupati Biak, Herry Ario Naap.

Suasana Penampungan Ratusan Warga Biak Numfor. (Andrew)

Hal ini mendapat tanggapan dari salah seorang Mahasiswa Senior  asal Biak, Fery Rumbrar, yang mengakui  pengaruh Pembatasan sosial akibat Pendemi Covid-19 membuat dirinya bersama rekan rekan mahasiswa biak lainya yang menetap di Asrama agak sedikit kewalahan.

“Di mana sejak bulan April hingga saat ini mereka bertugas sebagai relawan membantu Tim Pemulangan warga Saireri yang terdiri dari Para senior Anggota DPR Papua, MRP wilayah adat Saireri dan para senior yang di Percayakan beberapa Bupati Saireri dan di bantu Pemudah Saireri Papua,” ujar  Fery Rumbrar,  kepada Wartawan di Asrama Biak, Sabtu  (5/7/2020.)

Dirinya menambahkan,  bahwa Keterlibatan para senior ini juga sangat membantu Pemerintah daerah di 4 Kabupaten wilayah Saireri, dalam mengembalikan Warga mereka kembali ke kabupaten masing-masing akibat terkena Lockdown di Jayapura baik masalah makan minum maupun Proses administrasi sebagai syarat untuk bisa diberangkatkan.

Awal rapid tes pertama Warga Saireri pada tanggal 24-25 Mei 2020, sampai akhir bulan Juni Kerja Tim cukup baik dan lancar dengan Dukungan Para senior yang di Motori Anggota DPR Papua, Boy Markus Dawir,  dimana mereka melakukan lobi-lobi ke Pemerintah provinsi hingga ribuan Warga Saireri dapat tertolong dengan berbagai Bantuan Bahan makanan yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua.

“Tentunya untuk bertahan saat Pembatasan sosial dan akhirnya 80 persen sudah berhasil di pulangkan ke daerah asalnya masing masing antara lain Biak,Serui, Supyori dan Waropen,” katanya.

Khusus untuk Kabupaten Biak numfor yang kurang lebih 400 warganya Masih tertahan dan belum bisa berangkat, Mewakili mahasiswa Biak di Jayapura, Fery Rumbrar sangat Berterima kasih kepada Bupati Biak Herry Ario Naap yang telah membantu warganya untuk proses pemulangan dengan mengirimkan dua Kapal perintis beberapa waktu lalu, dan dia berharap agar Bupati juga bisa melihat Warganya yang masih tersisa 400 orang.

“Sekitar 400 orang sementara tertampung di Asrama Biak dan sangat membutuhkan penjelasan keberangkatan mereka yang tertundah, karena waktu menunggu mereka juga akan berdampak pada persoalan Makan minum,” katanya.

 

Untuk itu Mewakili Mahasiswa dirinya berharap,  kepada para senior yang di percayakan oleh Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap untuk memulangkan warganya, agar transparan dalam memberikan Informasi kepada masyarakat yang masih tersisa baik terkait Waktu pemulangan mereka maupun hal hal teknis lainya.

“Karena ini merupakan kerja kemanusiaan jadi tidak boleh siapapun mengambil keuntungan dari kerja kerja seperti begini, Kami Mahasiswa sendiri hanya bisa membantu dengan menyiapkan Asrama sebagai tempat nginap warga,terkait dengan makan minum kami terbatas untuk itu mari sama sama kita bantu untuk menenangkan kegelisahan warga yang masih tersisa,” tutur Fery Rumbrar. (Andrew)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here