Ignasius Hasim : Kami Minta Kapolri Ungkap Dalang Aksi Pembakaran Pataka PDI-P

0
329

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pelaksana Harian Ketua DPD PDIP Papua Ignasius Hasim meminta, Kapolri Jendral Polisi Idham Azis mengusut dan menangkap serta memproses hukum pelaku pembakaran pataka PDIP yang dilakukan oleh masa pendemo di Jakarta 24 Juni lalu.

Ia menjelaskan,aksi pendemo yang melakukan pembarakan pataka PDIP sudah tidak sejalan dengan tujuan. Untuk itu pihaknya meminta Kapolri segera mengusut kasus ini. Menurut Ignasius Hasim, tujuan pendemo berdemo adalah menolak rancangan undang-undang haluan ideologi pancasila.

“Tetapi fakta di lapangan pendemo meminta menurunkan Presiden Ir H Joko Widodo dan melakukan pembakaran pataka PDI-P serta menyatakan seolah-olah PDI-P adalah PKI,” kata Ignasius Hasim kepada wartawan, Sabtu (27/6).

Pendemo sebagaimana dikatakan Ignasius, saat melakukan orasi ada pernyataan yang mengatakan seolah-olah PDI Perjuanga adalah PKI, tetapi ia mengaskan yang seharusnya dikatakan PKI itu adalah pendemo tersebut. Sebab ideologi PDIP sudah jelas yakni Pancasila 1 Juni 1945.

“Dan kita konsisten dan terus berjuang tentang ideologi pancasila, sementara yang mereka perjuangankan itu bukan ideologi pancasila. Mereka memperjuangkan ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi pancasila,” tuturnya.

Itulah sebabnya, DPD PDIP Papua meminta kepada Kapolri untuk menangkap dan memproses hukum para pelaku serta dalang dibalik peristiwa itu.
“Saya pikir bahwa ada orang-orang besar yang memboncengi aksi itu. Dan itu harus diungkap. Kami dari timur Indonesia mendorong kapolri mengusut,” tandasnya.

Sementara hal yang sama juga disampaiakan salah satu Kader PDIP Edoardus Kaize meminta kepada pihak terkait untuk tidak melakukan tindakan yang melewati batas kesabaran PDIP.

“PDIP itu punya batas kesabaran. Jadi kalau lakukan pembakaran pataka PDIP itu adalah tindakan yang sangat keji,” ujarnya.

mantan ketua DPD PDIP Papua periode 2015-2019 ini mengatakan, sesuai dengan surat DPP yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum partai Megawati Soekarnoputri untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
“dan kami sangat menghormati itu,” katanya singkat.

Menurut Edo, bahwa aksi melawan pembakaran pataka PDIP dimulai dari Papua. Dan menyuarakan ke kader dan simpatisan PDIP yang berada di Indonesia Barat untuk melakukan hal yang sama.
“Tindakan pataka PDIP sangat menghina kami oleh sebab itu kita kutuk keras perbuatan tersebut,” pungkasnya.

(Gracio/lintaspapua.com)

_________________________________________________________________

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here