Seleksi Jabatan Tinggi Madya, Aliansi Honorer Nasional Harapkan Sekda Papua dari Kalangan Perempuan

0
294
(Aliansi Honorer Nasional Provinsi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pasca habis masa jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Herry Dosinaen, kini posisi tersebut diisi oleh pelaksana tugas (Plt) Sekda Ridwan Rumasukun sebelum nantinya ditentukan sekda yang baru melalui seleksi.

Adapun di dalam seleksi tersebut terdapat satu sosok perempuan yang sudah memiliki pengalaman di pemerintahan, sosok tersebut adalah Dr.Juliana J. Waromi, SE. M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Sekwan DPR Provinsi Papua.

Suasana Seleksi Sekda Papua. (Roi Hamadi)

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW Aliansi Honorer Nasional Provinsi Papua Fritz Awom mengatakan jika kita melihat visi misi Gubernur dan wakilnya yaitu Papua Bangkit, mandiri dan sejahtera yang berkeadilan. Akhirnya terpenuhi dengan keterlibatan kaum perempuan dalam proses pembangunan di provinsi Papua semakin memunculkan optimisme lahirnya kebijakan-kebijakan yang berorientasi terwujudnya kesetaraan dan keadilan.

“Dari lima nama yang dinyatakan lolos seleksi, ada 1 tokoh perempuan yang dinominasikan jadi Sekda Papua dari kalangan perempuan yakni ibu Juliana J. Waromi. Beliau memang sudah malang melintang di pemerintahan, jadi diharapkan bisa membantu pemerintah provinsi dalam mewujudkan cita-citanya,” katanya melalui sambungan telepon, Senin (22/6/2020).

Lanjut Fritz, artinya kita melihat ada keberpihakan Pak Gubernur Papua dalam periode kepemimpinannya yaitu Papua Bangkit, maka dengan munculnya seorang perempuan sebagai salah satu kandidat potensial untuk jabatan sekda, itu menjadi sesuatu yang sangat fenomenal, yaitu munculnya sosok perempuan dalam seleksi terbuka jabatan Sekda Papua.

“Ini tentu akan dicatat dalam sejarah bahwa masa kepemimpinan seorang Lukas Enembe dengan kesan tersendiri bahwa perempuan papua mendapat kesempatan istimewa untuk melayani masyarakat melalui jabatan Sekda yang dianggap sebagai Jabatan tertinggi didaerah,”ujarnya.

Menurut Fritz, sejauh ini pada tatanan jabatan di birokrasi keterwakilan perempuan yang menduduki jabatan birokrasi setingkat eselon I dan II hanya mencapai 16,57 persen. Padahal sangat jelas tercantum dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG?s) salah satu indikatornya yaitu kesetaraan untuk mewujudkan planet 50:50 Gender Equality.

(Aliansi Honorer Nasional Provinsi Papua)

“Tujuannya tak lain agar perempuan bisa sejalan dan setara dengan laki laki sehingga perempuan tidak hanya sebatas pada urusan domestik saja, namun sebagai bagian terpenting di dalam menentukan pembangunan dan bertindak sebagai pengambilan keputusan didaerah,” ucapnya.

Terlebih, tambah Fritz, sosok perempuan juga bisa lebih bersahabat dan keibuan dalam menjalin komunikasi dengan semua pihak. Istilah di tangan seorang ibu anak-anak bisa lebih dibina dan patuh, maka jika beliau dijadikan sekda akan memberikan nuansa yang berbeda dari sebelumnya.

“Untuk itu kami sebagai anak adat Papua khususnya anak-anak adat Saireri tapi juga sebagai Aliansi Honorer Nasional DPW Provinsi Papua menyatakan dukungan penuh atas kebijakan bapak Gubernur Papua untuk mengangkat seorang tokoh perempuan Papua menjabat sebagai Sekda Papua,” tegasnya.

Adapun kelima calon Sekda yang lolos mengikuti seleksi berikutnya adalah pertama Dr. Juliana J. Waromi, SE., M.Si., kedua Doren Wakerkwa, SH., ketiga Drs. Wasuok Demianus Siep, keempat Dance Yulian Flassy, SE., M.Si dan kelima Drs. Basiran, M.Si. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here